Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Sejenak Saya Ingin Bernostalgia

Gambar
Sedari kemarin aktifitas blogging lebih banyak saya habiskan dengan mengubek-ubek isi blog saya. Maklum, hari ini Essip genap berusia dua tahun. Sejenak saya ingin bernostalgia dengan melakukan napak tilas, mengujungi satu persatu blog yang dulu pernah meninggalkan kenangan berupa komen di rumah maya ini.

Sungguh sayang, kebanyakan blog-blog tersebut sekarang sudah nampak tak berpenghuni. Kalau pun ada, disitu  hanya bisa temui hidangan yang bisa dikatakan sudah basi. Mungkin saja karena kesibukan offline membuat empunya  tak sadar jika rumah mayanya sekarang sudah banyak ditumbuhi rumput dan ilalang. Bahkan ada pula blog-blog yang sekarang terasa asing bagi saya. Yah, blog-blog yang dulu begitu mudah saya cerna satu persatu kalimatnya, sekarang telah menjadi blog dengan bahasa yang sulit saya mengerti. Apakah  pemiliknya sedang menggadaikan blog itu ke orang asing? Atau mungkin blog itu sekarang sudah berpindah tangan menjadi milik orang lain? Entahlah, yang jelas saya harus berterim…

Andai Perempuan Dalam Foto Itu Embahmu

Gambar
Selain saling komen status, aktifitas lain yang sering dilakukan para Facebooker adalah berbagi jempol dan saling colek antar teman. Ada lagi aktifitas men-tag foto dengan tujuan agar orang lain intens dan nimbrung berkomentar pada foto yang kita tag tersebut.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menerima sebuah tag foto dari salah satu teman Facebook. Sebuah foto yang seketika itu juga saya hapus sekaligus meremove si pengirimnya dari daftar teman FB saya. Terus terang saya merasa mangkel dengan foto yang dikirim si teman tersebut. Selain saya merasa tidak begitu akrab dengan teman tersebut, saya pun merasa risih dengan foto yang dikirim buat saya tersebut. Betapa tidak, foto itu berisi gambar wanita bule yang terlihat sedang menikmati es krim berbentuk (maaf) kelamin laki-laki. Lebih heran lagi setelah saya amati si pengirim foto tersebut ternyata adalah blogger. Sebuah predikat yang harusnya lebih tahu  cara beretika ketika di dunia maya.

Pernah pula suatu hari saya melihat sebua…

Sudah Aman dan Nyamankah Anda Bermain Facebook?

Gambar
Dari hasil pengamatan saya di kantor kerja warnet, Facebook hingga saat ini masih menjadi situs primadona  para user di warnet saya. Jejaring sosial ini seakan telah menjadi situs wajib yang harus mereka buka ketika berselancar di dunia maya. Facebook seakan telah menjadi sebuah gaya hidup anak-anak muda sekarang.  Sebagai legitimasi katanya, agar status mereka sebagai anak gaul diakui keberadaannya. Sebagai tempat untuk menyalurkan emosi, padahal sebenarnya hanya untuk mencari sebuah sensasi. Ada pula yang menjadikan Facebook sebagai tempat yang nyaman untuk menumpahkan semua curhat, meski terkadang semua itu salah alamat. Yah, itulah Facebook, sebuah virus adiktif yang bisa menggerogoti sisi psikologis pemakainya dengan begitu aktif.

Tak hanya yang muda, yang tua pun tak mau kalah ketinggalan menjadi penganut Zuckerisme. Bagi mereka yang baru saja mengenal teknologi bernama internet, tentunya Facebook adalah pernak-pernik dunia maya yang begitu mudah dipahami. Facebook seolah menaw…

Jangan Lupa Password Facebooknya

Gambar
Selain membuat, seringkali saya diminta bantuan  user warnet tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan akun Facebooknya. Dari cara mengupload foto hingga  cara mengunggah video.  Ada yang lupa password, namun ada pula yang justru ingin menonaktifkan akunnya, dengan alasan akun-akun itu telah membuatnya sewot.  Bahkan ada pula yang gara-gara keranjingan game poker lalu meminta saya  membobol akun FB orang untuk mengeruk semua isi chip di dalamnya. Sebuah permintaan yang tak pernah  sedikitpun saya tanggapi. Sebab saya tak pernah tertarik sama sekali dengan berbagai jenis judi, sekalipun mengatasnamakan permainan. Sebuah bahasan yang dulu pernah pula saya tulis di artikel berjudul "Asal Jadi Daging".

Beberapa hari yang lalu saya melihat sesuatu yang janggal dalam status salah satu teman FB saya. Sebut saja namanya Nona, seorang pelanggan yang kebetulan rumahnya ada di depan warnet tempat kerja saya.

"Aku pingin nge**x"

Itulah status yang saat itu muncul di FB cew…

Perkenalkan, Saya Mahasiswa Universitas Dunia Maya

Gambar
Pagi itu menjadi hari yang penuh kehebohan bagi kelas 3M2. Kelas yang oleh para guru disebut-sebut sebagai sarangnya siswa-siswa nakal, tiba-tiba saja berubah menjadi sebuah kelas yang begitu fenomenal. Biang kehebohan itu datang dari sebuah pengumuman yang mengatakan jika dari kelas yang seluruhnya dihuni siswa lelaki itu muncul dua orang siswa yang berhasil masuk di daftar sepuluh besar peraih NEM terbaik di sekolah tersebut.

Sebuah kabar membanggakan tentunya bagi anak-anak kelas jurusan Mekanisasi Pertanian tersebut. Sebuah tekad dan kegigihan mereka untuk bangkit di catur wulan terakhir, ternyata sekarang telah membuahkan hasil. Kelas yang dulunya hanya dianggap sebagai kelasnya para pecundang, diluar dugaan ternyata sekarang justru bisa membalikkan keadaan lewat sebuah prestasi gemilang.

Seperti halnya teman-teman, saya pun merasa bangga dengan prestasi yang diraih kelas saya tersebut. Namun rasanya saya tidak percaya manakala melihat langsung pengumuman yang saat itu ditempel…

Jangan Nunggu The Power of Kepepet

Gambar
Belakangan ini Indonesia seringkali digoyang oleh gempa. Seperti halnya seminggu kemarin sebuah gempa berskala 6,5 richter telah mengguncang ujung paling timur  pulau Jawa. Tepatnya di 301 kilometer barat daya dari kota Banyuwangi. 

Jember yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Banyuwangi juga ikut merasakan betapa lumayannya goyangan si Nona Richter kala itu. Gempa itu terjadi kira-kira jam setengah dua dini hari.  Ketika saya baru saja usai melakukan aktifitas dari kantor satpam dunia maya.  Seingat saya saat itu  baru saja saya masuk ke dalam rumah.  Beberapa menit setelah menghidupkan laptop di dalam kamar, tiba-tiba saja saya mendengar sebuah suara khas muncul dari atap rumah. Semacam bunyi gemeretak yang menandakan ada sebuah goncangan  yang terjadi dari dalam perut bumi ini alias gempa.

Awalnya saya bersikap  tenang dengan gempa tersebut. Namun tak seberapa lama kemudian terjadi sebuah gempa susulan yang goncangannya dua kali lebih besar dari gempa pertama. Seketika saya b…