Postingan

100

Gambar
Horre , akhirnya Essip sudah memasuki posting ke seratusnya hari ini. Padahal rasanya baru kemarin hati saya diselimuti sebuah pertanyaan tentang apa yang harus kutuliskan ,  jika nanti saya menjadi seorang blogger. Saya sadar, jika diri ini hanyalah seorang manusia nokturnal yang sehari-hari bekerja di sebuah kantor satpam dunia maya . Bukan seseorang yang terlalu pintar merangkai kata, laksana seorang pujangga yang begitu lihai memainkan pena di atas selembar surat cin-ta Saya juga bukan seorang blogger kawakan, yang begitu mudah dalam sehari membuat sebuah tulisan. Saya pun masih sangat butuh korek api inspirasi terlebih dahulu untuk mengisi rumah maya yang sederhana ini. Namun bagi saya inilah nikmatnya menjadi seorang blogger. Enggak mesti di sekolahan jika kita ingin pintar. Di sini kita bisa belajar apa saja. Rasanya saya pun ingin terus menjadi seorang pemula, karena dengan begitu saya bisa terus belajar, belajar dan belajar dari siapa saja.  Ketimbang waktu di...

Biyorselp

Gambar
Alhamdulillah, akhirnya saya bisa juga memecahkan rekor seminggu lebih tidak update posting hehe. Harap maklum dulur blogger, saya baru saja pulang nih dari rantau. Tiga puluh delapan hari mencari sesuap ilmu sebagai tukang kebun di rumah maya keluarga besar Advertiyha. Beberapa waktu yang lalu saya hanya sebatas memberikan ucapan selamat lewat SMS atas kelahiran putera pertama dari Mbak Iyha. Eh ternyata mbak Iyha malah nodong saya untuk menjadi penulis tamu di blognya. Awalnya saya agak keberatan dengan permintaan tersebut, karena jujur saja saat ini saya tidaklah terlalu pede untuk menjadi penulis tamu di blog orang lain. Apalagi di blog Advertiyha, seorang blogger yang bagi saya sudah kawakan. Tanpa saya duga, tiba-tiba saja mbak Iyha malah memberikan password akun blognya pada saya. Oalah Gusti, ternyata mbak Iyha ini bakat jadi tukang todong ya, begitu pikir saya saat itu. Kalau dulu dunia blog sempat heboh budaya todong menodong gara-gara aliran Dasrunisme yang diusung ...

Slobatsur

Gambar
Dulu saat masih di bangku sekolah dasar,saya mengenal sebuah kalimat "Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit" . Sebuah petuah bijak yang waktu itu menurut saya hanyalah sebuah konsep dari budaya menabung. Duduk di bangku SMA saya juga mengenal sebuah petuah Jawa "Alon-alon asal kelakon" atau jika di google translate versi boso londo artinya "Slow but sure" . Petuah bijak ini pun dulu cuma saya anggap sebatas teori apabila kita sedang melakukan pedekate dengan seseorang yang kita taksir. Setelah mengenal sebuah kehidupan ajaib bernama pencinta alam, akhirnya saya tahu jika petuah bijak tersebut bukanlah hanya sebatas konsep menabung atau teori pedekate ala remaja. Namun petuah bijak tersebut bermakna, jika kita menginginkan sebuah keberhasilan, tentu saja dibutuhkan sebuah perjuangan untuk meraihnya. Dan di dalam perjuangan itu diperlukan kemauan yang tinggi untuk belajar, konsisten dalam bersikap, serta sabar dalam menghadapi setiap ujian. Selain pe...

Matur Nuwun Vania..

Gambar
Alhamdulillah baru saja melek dari tidur, saya mendapat rejeki di pagi hari. Sebuah bungkusan tergeletak di samping saya tidur. Sebuah bingkisan tali asih yang dikirim oleh Mbak Lyliana Thia, karena saya beruntung terpilih menjadi salah satu pemenang di acara giveaway dalam rangka ultah ke 3 puterinya yang bernama Vania . Benar juga apa yang dikatakan oleh Tante Monda dalam postingnya beberapa hari kemarin, jika bingkisan tali asih Giveaway Vania tidaklah seperti saat woro-woronya. Jauh lebih banyak dibandingkan saat diumumkan di woro-woro kontesnya. Bukan hanya Majalah National Geographic Indonesia Traveler, tapi di situ juga ada 3 souvenir, sebuah buku berjudul The Journeys dan cokelat dari negerinya Jean Claude Van Damme pun juga ada di situ. Sebuah bingkisan cokelat yang langsung diamankan oleh adik perempuan saya hehe. Matur nuwun mbak Thia dan salam hangat dari Jember buat orang-orang tercinta di dekat anda (foto Vania nya enggak ada ya?) . Semoga jalinan silaturrahim ...