Postingan

Ah, Kusangka Kaulah Marpuah itu

Gambar
 Tanpa sengaja hari ini kembali kumelihat  nomer itu di dalam ponselku. Sebaris angka-angka  yang tak begitu cantik, tapi sempat  memberi warna hidupku terasa lebih menarik. Dua belas angka yang dulu selalu ada ketika aku tlah terjaga. Dua belas digit itu seakan telah mengubah segala pahitku menjadi serasa legit. Itulah yang kurasa saat mengenalmu dulu. Bahkan sempat kuberpikir jika kaulah wanita imajiner yang sedang aku tunggu. Yah, kusangka kaulah Marpuah itu. Namun sungguh sayang, ternyata semua itu hanya dugaanku. Sejak sore itu baru aku tahu jika kau benar-benar wanita imajiner yang tak bisa kuraih dan kusentuh. Saat kau menangis di ujung telpon itu baru kutahu jika aku bukanlah yang nomer satu. Ingin rasanya kuberikan dada ringkih ini untuk menampung semua tangismu. Menghibur dan meredakan semua kepahitan yang sedang kau rasakan. Tapi entah kenapa sore itu seakan aku menjadi seorang lelaki yang bodoh dalam hal merayu. Mulutku ini terasa terkunci. Hanya kat...

Silakan Anda Makan, Saya Pasti Ikutan Kenyang

Gambar
 "Ada diantara anda yang mau saya traktir acara bakar-bakar ikan?" Jika saja pertanyaan di atas saya tawarkan kepada anda, saya yakin banyak diantara anda yang mengatakan*ya dan mau dengan tawaran itu. Lantas bagaimana halnya pertanyaan itu ditujukan buat saya?. Hmm mungkin saya juga akan mengatakan "Ya" mengikuti acaranya, tapi saya tak mau memakan ikannya. Betapa tidak, hingga sejauh ini lidah saya masih saja antipati terhadap sebagian besar kuliner dengan bahan baku ikan laut. Sebenarnya tak semua kuliner yang berasal dari laut saya enggan memakannya. Ada juga ikan-ikan laut  yang justru menjadi kegemaran saya. Teri, ikan asin kecil, udang kecil, cumi kecil, pokoknya ikan berukuran kecil kemungkinan besar lidah saya akan mau berkompromi pula. Itulah alasan kenapa dalam setiap acara bakar-bakar ikan, saya hanya menjadi seorang penggembira dalam acara tersebut. Pada tanggal 15 Juli kemarin salah satu adik pencinta alam saya yang bernama Tarno genap berusia 2...

Doakan Saja Saya Tak Lupa

Gambar
 Syukur alhamdulillah untuk kesekian kali saya masih diberi kesempatan mereload pulsa usia hingga detik ini.  Malam pergantian usia kali ini menjadi sesuatu yang berbeda dari tahun kemarin . Tak ada lagi prosesi ala pencinta alam yang biasanya saya lakukan. Tanpa hening sunyi menemani saat melakukan tafakur diri. Tiada  terdengar pula lantunan gitar yang biasa dipetik adik-adik saya tuk memecah keheningan di  hutan kecil itu. Tiada yang istimewa, semua berjalan seperti hari-hari biasa. Mungkin hanya sebutir Paramex saja yang membuat malam kemarin terasa sedikit istimewa. Sebutir pereda nyeri yang telah sukses mengajak saya pergi menuju alam mimpi.  Melewatkan malam pergantian usia ini dengan sesuatu yang murah dan klasik. Yah, dengan  jalan tidur serta melupakan cenut-cenut  yang sejak sore tadi ada di kepala. Sejenak saya ingin melupakan semua persoalan kehidupan yang ada . Memejamkan mata sambil berharap ada sebuah keajaiban  yang terjadi...

Ada Konspirasi di Belakang Warung Itu

Gambar
Lagi-lagi Essip disanggongi sebuah komen yang nggregetno ati . Sebenarnya bukan isi tulisan komennya yang saya permasalahkan, tapi komen bergambarnya itu loh yang membuat saya geregetan, seakan empunya komen mau menantang saya gasakan. Loh emang si anonim pemilik komentar dahsyat itu muncul lagi? hehehe enggak kok. Komen itu datang dari  Den Mas Ngabehi Haris Samaranji Blontang Brotowali. Seorang dulur blogger asal semarang yang  protes karena merasa tidak dilibatkan dalam acara konspirasi 18 Juli. Lah emang semua itu salah saya?  salahe dewe dong, kenapa sampai sekarang belum ngurusi KTP jadi warga desa Webe. Jadi yo wis, nrimo wae  kalau kemarin ora kebagian sensasi "ngerjain komandan" hehehe. Sejak Jambore Blogcamp digelar sebenarnya saya sudah mempunyai rencana membuat sebuah artikel khusus yang diposting tepat di hari jadinya. Tiga hari menjelang ultah Blogcamp, saya pun mempersiapkan sebuah pernak-pernik untuk artikel itu nantinya.  Artikel tent...