Postingan

Ada Rahasia di Tapal Batas Itu

Gambar
Pagi itu kami bersiap packing untuk melakukan perjalanan pulang dari pendakian. Ceritanya saat itu saya menjadi pemandu jalan sekumpulan anak SMA yang melakukan pendakian di gunung Semeru. Sayang suasana eksotis Ranu Kumbolo rasanya sudah tidak bisa lagi mengobati rasa kecewa mereka. Maklum kemarin mereka telah gagal mewujudkan obsesinya untuk merayakan kelulusan sekolah di atas titik tertinggi pulau Jawa tersebut. Badai yang begitu dahsyat dan datang tiba-tiba telah memporak-porandakan semua rombongan pendaki yang ingin menjejakkan kakinya di Atap Jawa . Namun setidaknya kami masih bersyukur, sebab nasib kami lebih baik ketimbang dua pendaki asal Bekasi yang saat itu diketahui telah hilang keberadaanya dalam summit attack dini hari kala itu. Untuk mengobati rasa kekecewaan mereka, saya pun berinisiatif mengambil jalur pulang yang berbeda dari jalur saat kami berangkat kemarin. Jalur Ayek-ayek, sebuah jalur pendakian yang menurut saya lebih menantang dan berat, tapi memiliki pema...

Semua Itu Karena Gara-gara

E ntah kenapa saya demen sekali memakai kata "gara-gara" dalam beberapa judul posting saya. Gara-gara warung kopi depan warnet tutup tanpa alasan, saya pun mencoba menuangkan uneg-uneg konyol tentang korupsi lewat sebuah tulisan. Gara-gara cukai rokok kembali dinaikkan tahun ini, artikel yang sedianya mau saya ikutkan dalam kompetisi yang diadakan oleh salah satu lembaga negeri ini,  justru  malah saya jadikan ajang untuk mengkritisi. Gara-gara aktifitas dunia maya saya mengalami sebuah over dosis, saya putuskan sejenak untuk rehat menulis. Gara-gara ada rasa tak nyaman yang mulai saya rasakan, saya pun mencoba belajar hal-hal baru di dunia maya yang selama ini jarang/belum saya lakukan. Beternak blog "tak penting" . Otak-atik HTML yang membuat kepala makin pusing. Wira-wiri pula ke sudut-sudut dunia maya yang berpotensi menghasilkan cring-cring. Itulah beberapa hal yang saya lakukan untuk mengisi masa-masa topo nulis . Sebenarnya bisa dibilnag saya hanya se...

Gara-gara Cukai Linting Sugesti Naik, Saya Jadi Omong Politik

Gambar
A ndai saya menjadi seorang anggota DPD. Hal pertama yang saya lakukan pertama kali adalah memantapkan niat saya saat mengemban amanat itu. Sebab segala hal bisa terjadi di dalam dunia politik. Bisa saja di awal saya akan berkoar menjadikan DPD sebagai sebuah profesi untuk mengabdi, tapi di tengah perjalanan malah saya akan menjadikan jabatan tersebut sebagai jalan pintas bagi saya untuk memperkaya diri. Yah, niat untuk mengabdi itulah yang akan saya pegang erat-erat, jika jabatan itu adalah sebuah amanat dari rakyat yang harus saya jaga dari sebuah virus influensa politik bernama korupsi. Saya tidak akan ikut-ikutan latah membuat sebuah "Kontrak Politik"   yang oleh sebagian orang dikatakan sebagai keharusan dalam demokrasi. Namun jika semua itu memang dibutuhkan mungkin saya akan menandatangani sebuah kontrak politik yang isinya saya siap dihukum mati jika terbukti melakukan sebuah korupsi. Bagi saya DPD adalah sebuah jabatan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banya...

Ayo Ngeblog: From Facebooker To Blogger

Gambar
Pagi tadi lewat fasilitas timeline iseng-iseng saya mencoba mengubek-ubek akun FB saya. Membaca satu persatu-persatu aktifitas-aktifitas yang dulu pernah saya lakukan lewat FB. Lucu rasanya manakala saya melihat status-status FB yang dulu pernah saya buat. Begitu reaksional dalam menyikapi sesuatu. Asal nyeplos saat menyuarakan ketidaksetujuan pada sebuah permasalahan. Maklum saat itu saya adalah seorang debater amatir yang getol beradu argumen di grup-grup FB yang saya anggap menyerang keyakinan agama yang saya pegang. Itulah sedikit gambaran tentang saya sebelum menjadi blogger. Seorang facebooker yang doyan membuat coretan-coretan tak jelas ke dinding-dinding FB yang saya ingini. Ngeblog secara tidak langsung menjadi sebuah panti rehabilitasi psikologi bagi diri saya. Bisa mengajarkan betapa perlunya mendahulukan nurani akal fikiran sebelum kita mengeluarkan opini lewat lisan. Tidak asal nyeplos dan  bersikap diam manakala ada sesuatu yang kita anggap mengancam. Meski saya ak...