Postingan

BBM.. oh BBM Jilid 2

Gambar
B enar Benar Misteri , itulah yang terjadi dengan BBM kita hari ini. Bensin sekarang menjadi sesuatu yang paling dicari, layaknya Berburu Barang Mewah di luar negeri. Segala cara coba dilakukan, agar isi tangkinya aman. Ada yang Berani Bayar Mahal , ada pula yang rela Baris Berjajar Mengantri demi mendapatkan Barang Bersubsidi Mahal ini. Bahkan ada diantaranya yang mau saja Begadang Buat Menunggu truk tangki tiba di stasiun pengisian. Dari Bisik Bisik Media dikabarkan, kelangkaan ini dipicu akibat isu harga yang kembali akan dinaikkan. Satu kondisi yang tak hanya Bikin Bingung Masyarakat , tapi Beye Bareng Mentri pun turut bingung menentukan kebijakan di antara kiri kanan yang tengah melakukan desakan. Di setiap fenomena pastinya ada pelajaran yang bisa kita cerna. Pun demikian soal BBM langka, tentunya ada pula hikmah di dalamnya. Orang tua bilang penghargaan itu kadang timbul ketika sesuatu itu tak lagi dalam genggaman. Demikian halnya dengan bensin kita. Dulu seringkali...

Pengumuman Pemenang Lomba Review Novel Sang Patriot

Gambar
A lhamdulillah, puji syukur ke hadirat Illahi. Akhirnya usai sudah penjurian lomba review novel Sang Patriot. Saya, Masbro Hakim dan Zuhanna Apikecil mewakili mbak Irma Devita beserta keluarga besar Moech. Sroedji menghaturkan ribuan terima kasih kepada semua kontestan yang berpartisipasi di gelaran ini. Matur nuwun pula untuk Anda semua, para sedulur blogger di Blogcamp, KEB dan Warung Blogger. Juga para Facebooker yang dengan jempol-jempol manisnya membuat gelaran ini semakin berwarna. Sebanyak 59 peserta telah berpartisipasi di gelaran ini. Tulisan-tulisan jujur yang tentu saja saran beserta kritiknya menjadi masukan bagi mbak Irma sebagai penulis novelnya. "Giveaway untuk kebahagiaan", sepakat dengan yang dikatakan Masbro dalam tulisannya kemarin. Jika kontes atau giveaway bukan soal kalah atau menang. Bagi saya menang atau tidak menang yang penting hati senang. Pun demikian gelaran kontes review ini, sejatinya bukanlah ajang untuk mencari seorang jawara, tapi untuk ...

Pengumuman Pemenang 30 Novel Sang Patriot

Gambar
S ang Patriot ada di mana-mana. Itulah kesimpulan ketika membaca 56 tulisan dari peserta "Syukuran di Bulan Maret". Ya patriot itu ternyata ada di sekitar kita. Pada orang tua, sahabat, kekasih, bahkan pada diri kita sendiri, jiwa patriotik itu ada. Bangsa kita adalah bangsa yang besar. Negerinya para kaum pemberani. Tanahnya para patriot macam Sroedji, yang memiliki keteguhan untuk mengabdi pada negeri dengan segenap apa pun yang dia miliki. Mungkin sebab itulah yang menjadi alasan mbak Irma Devita untuk menerbitkan novel ini. Mengabadikan sebuah epos kepahlawanan Mochammad Sroedji, salah satu patriot bangsa sekaligus kakeknya sendiri. Sebagai salah satu bentuk rasa syukur sekaligus pengharagaan atas perjuangan para patriot pendahulu kita. Untuk menyegarkan ingatan kita semua jika perjuangan Sroedji dan para patriot lainnya tak hanya terhenti hingga di sini. Ya, selama tiupan nafas negeri bernama Indonesia masih ada, selama itu pula Sroedji dan patriot-patriot muda akan...

Sang Patriot Itu Adalah Kita

Gambar
D ua hari yang lalu saya menonton sebuah film kolosal berjudul "Sang Kiai". Film ini berkisah tentang perjuangan sang patriot bernama KH. Hasyim Asyari. Ulama karismatik sekaligus pendiri ormas Islam, Nahdatul Ulama. Mengikuti kisah perjuangan beliau dan santri-santrinya pada masa pendudukan Jepang. Tentang keteguhan untuk menolak tradisi "saikerei" yang membuat beliau dijebloskan penjara oleh tentara Nippon. Juga cerita tentang Bung Tomo yang melakukan sowan berkaitan dengan resolusi untuk berjihad melawan penjajah yang ingin kembali menduduki Surabaya. Sebab penasaran, esok hari ganti saya menonton film "Soerabaia 45". Menghubungkan penggalan kisah Bung Tomo di film "Sang Kiai" dengan kisah heroik di film tersebut. Tidak puas sampai di situ, saya pun mencoba menggali lebih jauh akan perang Surabaya. Mulai dari aksi patriotik di Hotel Yamato, peristiwa terbunuhnya jenderal Mallaby, hingga rekaman pidato Bung Tomo yang di hari itu terus d...