Di Balik Tembok Pembatas Itu
Selamat malam Vania,
Udah mau bobo' ya sayang? Hem.. mau enggak om ceritain sesuatu sebagai teman pengantar Vania menuju mimpi indah?. Ehm, Vania masih belum kenal om kan?. Perkenalkan om namanya Lozz Akbar, teman dari mama Lyliana. Nanti deh Vania tanya sendiri ma mama, siapa om Lozz Akbar. Pasti mama kenal kok, kan mama Lyli sering dolan ke rumah maya milik om.
Meski kita belum pernah ketemu, Vania boleh kok anggap om Lozz sebagai om sendiri. oh ya Vania panggil om dengan sebutan uncle Lozz aja yach?. Biar keren gitu loh dan kompak sama si Mahes, keponakan Om yang lainnya hehehe.
Uncle yakin beberapa hari ini Vania udah enggak sabar menunggu hari ultah ya. Gimana udah dibelikan baju baru sama mama?. Udah ada rencana jalan-jalan kemana nih buat merayakan hari jadi Vania?. Kalau boleh uncle usul, coba deh nanti Vania minta antar mama jalan-jalan ke kota Wisata Legenda di Cibubur. Vania nanti bisa beli jajanan di Kampoeng China atau Kampoeng Indonesia. Bisa berkeliling menikmati pemandangan rumah-rumah dengan berbagi ciri khas berbagai negara. Vania pun bisa sepuasnya bermain air di Water park El Dorado di kota Legenda. Asyik kan?.
Oh ya kalau nanti Vania sama mama jadi jalan-jalan kesana, Vania juga bisa lihat loh patung-patung yang dulu uncle Lozz buat di situ. Nah pasti Vania penasaran kan?. Oke deh uncle akan ceritain sekarang, tapi boleh enggak uncle minta tolong sebelum memulai cerita?. Tolong bilang sama mama Lyli ya sayang, uncle minta kopi manis yang agak kental, biar nanti uncle enggak ikutan ngantuk pas bercerita hehe.
Waktu itu uncle ikut sama pamannya uncle Lozz yang kebetulan seorang seniman patung. Menjadi seorang kenek alias asisten dari pamannya uncle Lozz. Mencampur olahan pasir dan semen sebagai bahan pembuat patung. Menganyam rangkaian beton dan kawat sebagai rangka pembentuk patung, sekaligus mengecat patung tersebut apabila telah mengering permukaannya. Sebuah pekerjaan kasar sayang, tapi uncle merasa senang. Setidaknya ada sebuah karya sebagai kenang-kenangan yang uncle tinggalkan di sana.
Uncle terkejut tatkala pertama kali datang di tempat kerja uncle. Awalnya uncle sangka jika nantinya uncle akan tidur di sebuah kasur empuk seperti tempat Vania rebahan sekarang. Uncle juga mengira jika nanti di kota pastilah uncle akan menikmati segala kemewahan kota seperti yang uncle lihat di televisi.
Ternyata dugaan uncle meleset jauh. Uncle ternyata hanya tinggal di sebuah rumah pengap dengan penerangan lampu neon 10 watt dan bocor saat hujan tiba. Sebuah rumah adat Sunda tua, yang kata orang-orang di situ pernah menjadi tempat orang bunuh diri. Namun uncle enggak takut kok, kan uncle seorang pencinta alam sayang. Sudah terbiasa dengan gelap dan fasilitas seadanya. Uncle juga enggak takut hantu, tapi uncle juga merasa ngeri jika pas tengah malam kebelet untuk beol, uncle harus menuju sebuah jamban tradisional yang letaknya di tengah rerimbunan pohon bambu.
Uncle merasa heran kenapa di daerah pinggiran Jakarta ini masih ada yang menggunakan jamban tradisional. Padahal Vania tahu kan jika itu bisa menyebarkan aroma tak sedap dan menularkan penyakit buat sekelilingnya. Tapi kenapa orang-orang kota masih memakainya ya Vania?.
Pagi hari uncle harus segera menuju lokasi proyek. Antri mandi, menikmati secangkir kopi dan mengganjal perut dengan dua bungkus roti. Itulah yang biasanya uncle lakukan sebelum menuju ke lokasi kerja.
Saat menuju tempat kerja biasanya uncle melewati sebuah tangga yang dipasang di sebuah tembok yang memisahkan antara kampung dan lokasi perumahan tempat uncle kerja. Saat berada pas di atas tembok pembatas itulah biasanya uncle sering bercanda dengan teman-teman kerja. Uncle sering mengatakan jika uncle saat itu tengah berada di perbatasan antara Indonesia dan luar negeri.
Selamat datang di luar negeri!
Itulah kata-kata yang biasanya uncle teriakkan ketika berada di atas tembok pembatas itu. Di depan mata uncle sekarang telah nampak sebuah perumahan elite. Nampak berjejer rapi rumah-rumah bergaya arsitektur dari berbagai belahan kota di dunia macam Paris, Amsterdam, Tokyo, New York dan banyak lagi. Rumah-rumah yang kadang hanya di tempati sebulan sekali oleh pemiliknya, padahal harga rumah tersebut bernilai ratusan juta bahkan ada yang lebih dari semilyar.
Vania sudah tahu berapa nol dari semilyar?. Hem, uncle juga belum tahu sayang. Uncle cuma tahu jika saat berada di atas tembok pembatas itu. Bukan hanya kemewahan yang bisa uncle tatap. Namun di belakang uncle berdiri, ada juga sebuah pemandangan yang begitu berbeda dari apa yang saat itu uncle liat di depan sana.
Makanya Vania wajib bersyukur karena masih bisa tidur di kasur yang empuk ini. Karena saat Vania tengah asyik terbuai di alam mimpi dengan perut kenyang. Di suatu tempat yang Vania belum ketahui, masih ada saudara-saudara seumuran Vania yang masih sulit memejamkan mata saat tidur karena menahan rasa lapar.
Uncle juga merasa bersyukur meskipun pernah merasakan tidur tak nyaman karena aroma jamban. Setidaknya uncle masih bisa menceritakan kisah uncle ini kepada Vania. Kita masih beruntung sayang karena masih banyak saudara kita yang merasakan kepedihan. Tidur beralas tanah di antara tumpukan sampah. Dan saat perut lapar pun mereka tak tahu harus kemana hendak mengadu.
Mungkin cukup itu saja yang uncle bisa ceritakan. Uncle cuma nitip jika Vania jadi jalan-jalan ke Kota Wisata. Cobalah lakukan apa yang dulu uncle lakukan. Berdiri di atas tembok pembatas itu. Menatap segala kemewahan yang ada di depan mata, sekaligus menoleh pada sebuah kenyataan yang ada di belakang punggungmu.
Yo wis uncle mau pamit ya. Kopinya dah habis. Mama Lyliana kelihatannya sudah tidur. Jadi no coffee no story hehehe. Selamat Ultah Vania, semoga jika besar nanti Vania tahu jika masih ada sebuah tembok pembatas di antara kita semua. Uncle berdo'a semoga kelak Vania dan teman-teman Vania bisa menjadi generasi yang bisa merobohkan keangkuhan tembok itu. Yach, setidaknya Vania tidak ikut-ikutan menjadi seseorang yang membuat tembok pembatas itu semakin kokoh dan tinggi menjulang ke angkasa.
Artikel ini diikutsertakan dalam acara “Vania’s May Giveaway”

sumber gambar : thewe.cc
uNCLE Lozz medit
BalasHapusmosok no coffee no story sih xixixi
itungan amat ama ponakan hahaha
btw, saya salut! karena Uncle Lozz tetap bisa survive apalagi pernah merasakan aroma zamban di saat tidur hiks ...
g bisa mbayangin deh
betapa warna warni hidupnya ya Uncle :)
Good luck!
Bismillah..
BalasHapusEtt Vania bikinin 5 gelas kopi lg deh... Ceritanya 5 lagi ya! Hehehe... Penasaran sama patung2 itu, rumah vania deket loh sama cibubur, kpn2 main ksana deh...
Bagus bgt ceritanya.. Blm pernah ada yg cerita sama Vania ttg tembok pembatas.. Vania jd penasaran, ada tembok sejahat itu yg memisahkan antar manusia... Insya Allah kalo gede nanti Vania usahakan robohin tembok itu, soalnya kata AyahBunda semua manusia itu sama... Makasih udah mengingatkan yah Uncle Lozz...
Makasih jg ceritanya... Vania save ya... :-)
mencium bau kopi ...hihihi
BalasHapusCerita yang sangat mengesankan sekali, semoga lolos menjadi jawara dalam pagelaran kontesnya ya Mas..
BalasHapusSALAM...
uncle...hehehehe :12
BalasHapusNique@
BalasHapusbegh kalau enggak ada kopi kan enggak lancar bercerita mbak hehe
Lyliana Thia@
wow 5 gelas? ehm bisa kembung nih perut hehe, oh ya nitip sun sayang buat Vania ya mbak
Brigadir Kopi@
:11 hoi piye kabare, kok ngilang lama nih
Tusuda@
makasih Bli.. sukses juga buat anda sekeluarga
Sofyan@
ya iyalah masak Lek Lozz, bosen sam hiyahahaha
eh uncle, beol itu apaan? Hehehe...
BalasHapusPenulis yg baik itu adalah menyentuh sast dibaca, jelas gambaran ceritanya... Dan --yg masih saja terus sy pelajari... bernas dan olah kata *selamat berakhir pekan uncle...
Waduh, kopine entek langsung pamit he.he.
BalasHapusSemoga beruntung dan bisa menang Kang.. :18
uncle uncle,, saya juga mau dong didongengin sblum tidur... tpi tanpa kopi ya??? :D :D
BalasHapusselamat dan sukses ikutan kontesnya kang..
Jadi ingat waktu di banjarmasin, banyak jamban2 di sepanjang sungai. Bahkan rumah yang di atas sungai pun jambannya langsung nyemplung ke sungai.
BalasHapusAdecheeruna@
BalasHapusBeol is bekas orang linglung hahaha
Sukadi@
tenang kang, nanti kalau ada kopi lagu baru saya akan bercerita kembali
Mabrurisirampog@
wuih ponakan sing endi iki, kok gede banget hahaha
Halaman Putih@
hahaha enak nih.. kebelet.. plung.. byur hiyahahaha
uncle, saya mau kopi susu aja... :D
BalasHapusdan, semoga menang kontesnya...
Selamat berkarya uncle Lozz,.. salam kenal dan salam kopi :16
BalasHapusSungguh luar biasa buat Vania dapet perhatian terus sama uncle nya..hehe
BalasHapusWah...kalo mendengarkan cerita Om Lozz yang ini, adik Vania bukannya mimpi indah, tp mimpi buruk ha ha ha...Pizz bro...
BalasHapusAgung Rangga@
BalasHapusminta aja sama Mama Vania, lah saya ini cuma numpang nonggo kok hehe
Dwi Budi@
selamat berkarya juga mas Dwi.. salam kopi? :20
Kamal Hayat@
hehe ngeblog tuh emang menyenangkan Mas, bisa dapat keponakan banyak hahaha
Lalu Abdul Aziz Mhd@
emang saya cerita mak Lampir mas hahaha
Uncle Lozz... belo juga mau donk di ceritain, nanti belo buatin kopi 10 galon deh... biar lancar ceritanya 5 hari 5 malam... xxixiii :13
BalasHapusCerita yang bagus, di balik tembok pembatas bagus keren, menghibur...
BalasHapusWah asli SMA!
BalasHapusSudan Minum Amblas haha....
jadi patung2 di Kota Wisata atau Legenda Wisata, dua tempat itu berdekatan kan
BalasHapuskalau mau kirim salam untuk uncle Lozz sama patung yang mana..? Sphinx atau koboi?
Bello Elbetawi@
BalasHapusmau minum apa mandi kopi nih mpok Bello hahaha
Anisayu@
di balik tembok kah sekarang mbak Anis? uhui
Yuni Cute@
SMP kok mbak Yun.. Sudah Minum Pulang hehehe
Bu Monda@
haahaha patung blogger aja Bu, nanti saya bikin deh di sana
Wah...ceritanya OK byanget tuu...pasti Vanya langsung pules & terbawa mimpi..hehe... Semoga sukses ya..
BalasHapusjangankan Vania , bunda ja suka dengerin ceritanya uncle Lozz, benar2 bikin bunda ikut merenung, kok ya masih saja ada orang2 yg ingin membuat tembok batasan ya uncle?
BalasHapushiks...padahal Tuhan menjadikan semua manusia itu sama, yg membedakannya hanya ketakwaan nya saja
patung2 yg di wisata itu yg mana ya uncle, kalo mau titip salam utk uncle Lozz?
salam
semoga Akbar beruntung di acara giveaway ini ,amin
BalasHapussalam
moga menang ya om...vania pasti senang ama ceritnya
BalasHapusmantap mas, makin mantap ceritanya.......segera ambil awardnya mas http://blackbox-botsun.blogspot.com/2011/05/award.html
BalasHapusWalah, kok malah saya yang mau tidur ya Mas? :17
BalasHapushmmm
BalasHapussaya gak tau mau komentar apa -_-
Jadi no coffee no story...??? kayak dopping aja neh..hehehe
BalasHapusAduh si uncle ini pinter ndongeng juga ya, moga sukses ya sob *berharap kembali ke sini tuk ucapin congraaaattttt!!!!#
Mechta@
BalasHapusatau justru Vania malah enggak dapet tidur karena kebanyakan minum kopi hehe
Bundadontworry@
di pojok El Dorado ada sebuah patung raja gendut, tuh salah satunya Bun
I-one@
enggak penting menang kalahnya bang, yang penting uncle dah bisa ngedongeng buat keponakannya
Blackbox@
BalasHapusoke deh nanti saya boyong jika sudah ada ongkos kirimnya
Asop@
minum kopi dulu Kang Asop hehe
Sichandra@
komen aja uncle Lozz guanteng hiyahahaha
Iffa Hoet@
kalau ada kopi mah encer nih otak mbak
Tambah pinter nulis ae sampean Kang. Tulisan yang mengalir dan nyaman dibaca..
BalasHapuswuehehehe...essiip...persis deh tu gaya anak-anak, hihi..
BalasHapussmoga berhasil kang
salam
Aku pilih tulisan ini yang jadi juaranya :D
BalasHapusmas lozz, kok cerita buat vania malah kena di hati saya ya...
BalasHapusgak apa habis kopinya, tapi mas lozz sudah mengisahkan pengalaman yang banyak arti dan makna buat kehidupan, seperti tembok pembatas antara status sosial manusia itu....
uncle ajak vania jalan2 jangan lupa mbayarin >,<'
BalasHapusharus naik tembok pembatas pake tangga tiap berangkat kerja, ya.. kenapa tidak dibuat satu jalan. apa takut bersosialisasi dengan kaum miskin di belakangnya. Penuh tanda tanya. hmm....
BalasHapussemoga sukses di perhelatan vania ya...
uncle (Pak lik)Lozz...Begitulah jadi warga asing dinegeri sendiri
BalasHapusnice post.. thanks.. :16
BalasHapussubhanallah beneran nih mas lozz pengalaman pribadi? luar biasa perjuangannya mas nih. betapa saya harus lebih banyak bersykur lagi mas. salut saya ama mas lozz.
BalasHapustetep semangat mas :)
surat untuk vanianya keren loh uncle,
BalasHapusjunior juga ikut manggil uncle ahh :)
Siiip. Moga sukses ikutan kontesnya.
BalasHapusvania menjawab : terima kasih ceritanya ya om :)
BalasHapusuncle Lozz..... saya juga mau dong diceritain sebelum tidur.... he he he jangan vania aja
BalasHapusSalam Takzim
BalasHapusuncle saya juga dong
Salam Takzim Batavusqu
duh..uncle lozz..knp cuma vania yg di dongengin..sini ku buatkan kopi lagi, biar ndongeng lagi..keren storynya :) sukses yaa..
BalasHapusMari kita robohkan tembok Berlin .. eh tembok pembatas, kesenjangan sosial
BalasHapusWah, Bung Lozz Akbar ini tidak konsisten. Dikit-dikit bilang Om, dikit-dikit bilang Uncle. Nanti Vania bingung dong. Bisa-bisa dia lozzzzz ... ^_^
BalasHapusSemoga berhasil, Brother!
oh sudah om-om ternyata.... wkakakakakka..
BalasHapusbanyak quiz ya, ndak abis2... wakakakka, sukses ae wis!
ini mah namanya SMKP "siap minum kopi pulang" hehe
BalasHapusmoga kontesx menang..
waah cerita yg bagus..saya kapan ya bisa buat beginian?? :-)
BalasHapusUncleeeeeeee...
BalasHapus(bisik-bisik)
aku mbok digawekke tulisan juga, ideku entek :D
Uncle, putunya keren, ceritanya lebih keren lg, uncle memang keren deh ^^
BalasHapusmakin mantabs ae cak... :)
BalasHapusMasbro@
BalasHapusitu karena subsidi kopi lancar Kang
Tunsa@
berarti aku cocok ya jadi guru TK hehe
Kakaakin@
emang mbak Akin jurinya?
Mamah Aline@
waduh jangan ampe nangis loh Mamah..
R10@
minta bayarin ma Pakdhe R10 aja Vania hehehe
Susindra@
BalasHapusmungkin biar penuh tantangan bagi siapa yang melewatinya hehe
Riez@
berarti aku bule dong, bule kampung hahaha
Umieabie@
your glasses nice
Maminx@
ah itu kan belum seberapa brade Maminx, dibanding saudara-saudara kita yang mungkin lebih memilukan cerita hidupnya
Ysalma@
wah nambah lagi deh ponakan yang manggil Uncle
M. Mursyid PW@
BalasHapusmatur nuwun Pak Mur..:18
Lidya@
uncle menjawab juga : enggak ada kopi lagi nih Vania?
Choirul@
waduh sampean wis gede Kang.. lantas mau didongengin apa hahaha
Batavusqu@
hahaha ini lagi.. oke deh saya dongengin tentang penyanyi dangdut aja ya?
Joanna@
wah perut saya dah kembung kebanyakan ngopi mbak
Ratansolmj9@
BalasHapusjangan lupa bawa martil ma bor ya Om
bang Aswi@
lah saya takut kalau nanti pake panggilan Bang.. malah dipanggil Bang Aswi ma Vania hehe
Primeedges@
:17 awas yo kalau balik ke Bondowoso hehe
Amisha@
yupz makasih ya
Adi Arraihan@
lah sekarang aja bikin, mumpung Vania belum tidur tuh
BundaMahes@
kan ada Ayahe.. minta tolong dia lah
Orin@
oke tenkyu bibi Orin hahaha
Kira@
napa enggak sekalian gurih dan lezat
om Lozz minum kopi, Vania minum apa dong????
BalasHapuscerita si uncle mang mantabz.
BalasHapuslgi dung uncle.
uncle tak buatin kopi deh....tapi cerita lagi ya... :D
BalasHapuskeren ceritanya....
BalasHapuskasihan juga ya kehidupan mereka. hidup di dalam perbatasan dua negara. benar-benar memprihatinkan.. :D
Assalamu'alaikum , blog walking...ehm tulisannya bagus , menyentuh serta menambah wawasan. Tulisan yang seperti ini yang mungkin perlu diwacanakan terus sebagai pengingat dan membuat "ngeuh" akan kondisi masyarakat kita...terimkasih atas tulisannya :)
BalasHapusKalo ke rumah Vales nanti disuguhin kopi susu, Uncle mau cerita juga kan? :)
BalasHapus