Sudahkah Anda Ngopi Hari Ini?
Ketemu lagi dengan malam minggu. Malam yang oleh sebagian orang dianggap sebagai malam panjang. Malam yang pas bagi para karyawan untuk sejenak me-recharge tenaga sekaligus me-refresh jalan pikiran yang penat oleh aktifitas sepekan.
Bagi yang sudah berkeluarga mungkin saja sekarang sedang asyik bercanda bareng anak istri tercinta. Mungkin pula sang ayah bersemangat mengajak anak istri jalan jalan keluar rumah. Maklum sekarang tanggal muda. Waktunya untuk sedikit melonggarkan kantong celana. Sekedar menikmati sedikit hasil jerih payah selama sebulan bekerja. Sekalian pula melunasi hutang kepada si kecil. Yah, sebuah hutang yang mungkin saja di tanggal tua kemarin hanya bisa dibayar dengan kata-kata.
Ada pula yang sejak sore tadi cengar cengir sendiri. Pasang aksi di depan cermin bak model iklan. Parfum udah di sebar ke sekujur badan. Rambut sudah disisir rapi dan nampak basah oleh minyak orang aring yang baru saja di beli. Motor pun tak ketinggalan, sudah di sulap nampak mengkilat dan siap untuk melesat. Mau kemana? Ya, tentu saja ke rumah pujaan tercinta. Wajib lapor ke rumah doi, sekaligus mencoba mempraktekkan kata-kata puitis yang kapan hari dia lihat di layar kaca.
Lantas bagaimana malam minggu si satpam dunia maya?. Ah ternyata masih stagnan seperti sedia kala, tiada yang terlalu istimewa. Padahal anak-anak muda di luaran sana menganggap jika malam ini adalah malam yang penuh cinta. Tapi kenapa rasanya biasa saja ya?.
Benar apa yang dikatakan mbak Erry kemarin, jika "Jomblo Itu pedih, Jenderal". Malam minggu terasa menyiksa bagi seorang lelaki yang hampir kadaluwarsa tanpa si dia hahaha. Mau protes kepada siapa?, jika sudah seperti ini lakon ceritanya. Yang bisa dilakukan hanyalah ridho menerima, tapi tetap berusaha dan berdoa. Sebuah perjuangan mencari cinta, agar bukan hanya warnet saja yang menjadi tempat piket, tapi secepatnya diri ini pun ada kegiatan wajib lapor ke rumah seorang calon mertua hehe.
Mencoba untuk membuang kebosanan dengan mencari angin segar di luaran. Ternyata makin membuat suasana hati terasa mengerikan. Melihat ramai lalu lalang pasangan muda mudi berboncengan sedang beraksi. Duh..kah sungguh sebuah kondisi semakin terasa mrekes ati. Bukan iri, tapi justru membuat diri larut dalam sebuah ilusi. Andai diriku adalah pasangan itu, mungkin?... ah sudahlah, kenapa hati terasa pilu, padahal dulu aku sudah puas dengan semua itu?. Bukankah seorang pencinta alam sudah terbiasa dengan suasana kesepian?. Jadi kenapa aku harus bingung hanya karena sebuah embel embel seorang pasangan untuk malam mingguan?.
Yang kubutuhkan saat ini adalah sebuah inovasi pengusir sepi. Secangkir kopi nikmat untuk mengusir penat. Ya sebuah warung kopi yang bisa memberikan sebuah ketenangan dari sebuah kejemuan yang rasanya kurang begitu layak untuk dijadikan beban.
Di warung itu aku bisa berkumpul bersama orang-orang seperjuangan. Orang-orang yang mungkin masih belum waktunya menemukan apa yang mereka impikan. Mungkin saja mereka justru memiliki problematika kehidupan yang lebih pelik dari diriku. Namun kulihat mereka lebih santai dalam menyikapi kehidupan. Sesantai saat mereka mengangkat secangkir kopi, dan meneguk pahit manis isi di dalamnya.
Kulihat sekumpulan anak muda nampak pula nongkrong di situ. Lengkap dengan sepeda motornya yan nampak diparkir tersusun rapi di pinggiran trotoar. Kucoba memasang telinga, mencuri sekaligus merekam tentang yang mereka bicarakan. Black nyungsep, razia polisi, taruhan, revans..... Duh Gusti, kenapa mereka menunjukkan eksistensi kehidupan lewat sebuah balapan liar jalanan? Apa mereka tidak mengerti, jika kredit hidup mereka cuma sekali. Bukanlah seperti permainan balapan motor di video game, yang saat sewanya habis kita bisa memasukkan koin agar permainan berlanjut kembali.
Selanjutnya muncul beberapa lelaki paruh baya duduk di dekatku. Lagi-lagi telingaku nakal mencuri obrolan hangat mereka. Keluaran Hongkong, Singapura, luput dua angka... oalaah.. ternyata para bapak ini adalah pemburu rejeki instan via angka-angka keberuntugan tah. Sepertinya para bapak ini belum paham deh kata bang Rhoma, jika judi itu meracuni keimanan. Guru ngaji juga kan sudah memberi tahu pak, jika judi adalah permainan setan. Sekumpulan setan yang mencuri catatan di langit, lantas membawa ke bumi disertai bumbu kebohongan. Tapi biarlah pak, minimal anda masih mempunyai harapan dan berusaha meskipun keliru. Setidaknya anda sudah berjiwa sosial dengan memberi nafkah anak istri bandar togel. Saya juga salut bapak cuma merugikan diri sendiri, bukan mencuri punya orang lain. Bapak juga enggak sama seperti orang-orang pintar di atas, yang mungkin saja sekarang sedang mengadakan rapat jamuan kopi hangat. Yah, rapat membahas tentang uang rakyat mana lagi yang hendak disikat.
Cukup sudah pelajaran dari warung kopi malam ini. Saya bersyukur Sang Maha Kreatif bisa memberikan pelajaran bagi saya lewat secangkir kopi. Kesimpulannya satpam dunia maya tak ingin seperti pembalap liar, tapi haruslah bisa menghargai dan menyayangi kehidupan yang telah dikaruniakan Tuhan. Satpam dunia maya tak ingin menjadi para bapak pencinta rejeki instan lewat angka keberuntungan. Satpa dunia maya haruslah bekerja, meski dikit asal halal. Karena dengan bekerja kita akan bisa lebih menghargai sebuah proses dari apa yang kita kerjakan.
Satpam dunia maya juga tidak mau menjadi orang-orang pintar yang suka meminta paksa uang rakyat. Satpam dunia maya ingin lebih banyak lagi memberi, memberi dan memberi, karena dengan banyak memberi itulah kita bisa menjadi seorang kaya sejati. Dulur blogger, bagaimana dengan anda?. Dapat pelajaran apa dari kopi hari ini?. Atau... jangan-jangan anda masih belum nyruput kopi hari in..?
Note : Artikel ini saya persembahkan buat adik yang saya temukan di dunia maya, Zey Yoshito aka Brigadir Kopi. Matur nuwun dulur untuk award dan template cantiknya. Semoga jalinan persaudaran kita bisa terus semakin hangat, sehangat kopi Capucinno yang nikmat. Andai saja sang Khalik tak mentakdirkan kita bisa saling bertatap muka, semoga pula di manapun kita berada bisa saling untuk mengenang manis, layaknya menikmati sebuah secangkir kopi item yang terasa manis.
Bagi yang sudah berkeluarga mungkin saja sekarang sedang asyik bercanda bareng anak istri tercinta. Mungkin pula sang ayah bersemangat mengajak anak istri jalan jalan keluar rumah. Maklum sekarang tanggal muda. Waktunya untuk sedikit melonggarkan kantong celana. Sekedar menikmati sedikit hasil jerih payah selama sebulan bekerja. Sekalian pula melunasi hutang kepada si kecil. Yah, sebuah hutang yang mungkin saja di tanggal tua kemarin hanya bisa dibayar dengan kata-kata.
Ada pula yang sejak sore tadi cengar cengir sendiri. Pasang aksi di depan cermin bak model iklan. Parfum udah di sebar ke sekujur badan. Rambut sudah disisir rapi dan nampak basah oleh minyak orang aring yang baru saja di beli. Motor pun tak ketinggalan, sudah di sulap nampak mengkilat dan siap untuk melesat. Mau kemana? Ya, tentu saja ke rumah pujaan tercinta. Wajib lapor ke rumah doi, sekaligus mencoba mempraktekkan kata-kata puitis yang kapan hari dia lihat di layar kaca.
Lantas bagaimana malam minggu si satpam dunia maya?. Ah ternyata masih stagnan seperti sedia kala, tiada yang terlalu istimewa. Padahal anak-anak muda di luaran sana menganggap jika malam ini adalah malam yang penuh cinta. Tapi kenapa rasanya biasa saja ya?.
Benar apa yang dikatakan mbak Erry kemarin, jika "Jomblo Itu pedih, Jenderal". Malam minggu terasa menyiksa bagi seorang lelaki yang hampir kadaluwarsa tanpa si dia hahaha. Mau protes kepada siapa?, jika sudah seperti ini lakon ceritanya. Yang bisa dilakukan hanyalah ridho menerima, tapi tetap berusaha dan berdoa. Sebuah perjuangan mencari cinta, agar bukan hanya warnet saja yang menjadi tempat piket, tapi secepatnya diri ini pun ada kegiatan wajib lapor ke rumah seorang calon mertua hehe.
Mencoba untuk membuang kebosanan dengan mencari angin segar di luaran. Ternyata makin membuat suasana hati terasa mengerikan. Melihat ramai lalu lalang pasangan muda mudi berboncengan sedang beraksi. Duh..kah sungguh sebuah kondisi semakin terasa mrekes ati. Bukan iri, tapi justru membuat diri larut dalam sebuah ilusi. Andai diriku adalah pasangan itu, mungkin?... ah sudahlah, kenapa hati terasa pilu, padahal dulu aku sudah puas dengan semua itu?. Bukankah seorang pencinta alam sudah terbiasa dengan suasana kesepian?. Jadi kenapa aku harus bingung hanya karena sebuah embel embel seorang pasangan untuk malam mingguan?.
Yang kubutuhkan saat ini adalah sebuah inovasi pengusir sepi. Secangkir kopi nikmat untuk mengusir penat. Ya sebuah warung kopi yang bisa memberikan sebuah ketenangan dari sebuah kejemuan yang rasanya kurang begitu layak untuk dijadikan beban.
Di warung itu aku bisa berkumpul bersama orang-orang seperjuangan. Orang-orang yang mungkin masih belum waktunya menemukan apa yang mereka impikan. Mungkin saja mereka justru memiliki problematika kehidupan yang lebih pelik dari diriku. Namun kulihat mereka lebih santai dalam menyikapi kehidupan. Sesantai saat mereka mengangkat secangkir kopi, dan meneguk pahit manis isi di dalamnya.
Kulihat sekumpulan anak muda nampak pula nongkrong di situ. Lengkap dengan sepeda motornya yan nampak diparkir tersusun rapi di pinggiran trotoar. Kucoba memasang telinga, mencuri sekaligus merekam tentang yang mereka bicarakan. Black nyungsep, razia polisi, taruhan, revans..... Duh Gusti, kenapa mereka menunjukkan eksistensi kehidupan lewat sebuah balapan liar jalanan? Apa mereka tidak mengerti, jika kredit hidup mereka cuma sekali. Bukanlah seperti permainan balapan motor di video game, yang saat sewanya habis kita bisa memasukkan koin agar permainan berlanjut kembali.
Selanjutnya muncul beberapa lelaki paruh baya duduk di dekatku. Lagi-lagi telingaku nakal mencuri obrolan hangat mereka. Keluaran Hongkong, Singapura, luput dua angka... oalaah.. ternyata para bapak ini adalah pemburu rejeki instan via angka-angka keberuntugan tah. Sepertinya para bapak ini belum paham deh kata bang Rhoma, jika judi itu meracuni keimanan. Guru ngaji juga kan sudah memberi tahu pak, jika judi adalah permainan setan. Sekumpulan setan yang mencuri catatan di langit, lantas membawa ke bumi disertai bumbu kebohongan. Tapi biarlah pak, minimal anda masih mempunyai harapan dan berusaha meskipun keliru. Setidaknya anda sudah berjiwa sosial dengan memberi nafkah anak istri bandar togel. Saya juga salut bapak cuma merugikan diri sendiri, bukan mencuri punya orang lain. Bapak juga enggak sama seperti orang-orang pintar di atas, yang mungkin saja sekarang sedang mengadakan rapat jamuan kopi hangat. Yah, rapat membahas tentang uang rakyat mana lagi yang hendak disikat.
Cukup sudah pelajaran dari warung kopi malam ini. Saya bersyukur Sang Maha Kreatif bisa memberikan pelajaran bagi saya lewat secangkir kopi. Kesimpulannya satpam dunia maya tak ingin seperti pembalap liar, tapi haruslah bisa menghargai dan menyayangi kehidupan yang telah dikaruniakan Tuhan. Satpam dunia maya tak ingin menjadi para bapak pencinta rejeki instan lewat angka keberuntungan. Satpa dunia maya haruslah bekerja, meski dikit asal halal. Karena dengan bekerja kita akan bisa lebih menghargai sebuah proses dari apa yang kita kerjakan.
Satpam dunia maya juga tidak mau menjadi orang-orang pintar yang suka meminta paksa uang rakyat. Satpam dunia maya ingin lebih banyak lagi memberi, memberi dan memberi, karena dengan banyak memberi itulah kita bisa menjadi seorang kaya sejati. Dulur blogger, bagaimana dengan anda?. Dapat pelajaran apa dari kopi hari ini?. Atau... jangan-jangan anda masih belum nyruput kopi hari in..?
Note : Artikel ini saya persembahkan buat adik yang saya temukan di dunia maya, Zey Yoshito aka Brigadir Kopi. Matur nuwun dulur untuk award dan template cantiknya. Semoga jalinan persaudaran kita bisa terus semakin hangat, sehangat kopi Capucinno yang nikmat. Andai saja sang Khalik tak mentakdirkan kita bisa saling bertatap muka, semoga pula di manapun kita berada bisa saling untuk mengenang manis, layaknya menikmati sebuah secangkir kopi item yang terasa manis.
paling enak ngopi di iringi senda gerau biar tambah fress pikiran...........mantap tadi saya udah ngopi cappucino,,mantap abies............
BalasHapusdari kopi kita bisa menemukan arti berbeda, sama sama mas lozz. Mengenai malam minggu heheheh gak ada yang special sama aja kayak malam sebelumnya atau bahkan hanya mindset kita membuat malam minggu itu special. Terima kasih telah pajang awardnya.... ^_^ salam silaturahmi tanpa kenal kasta,latar belakang pendidikan, dan isi dompet !!! senyum tetap senyum ....
BalasHapuskodong... :D
BalasHapusjgn lihat muda-mudi yang berboncengan... :D lihatlah pemakaman... pasti rasa ngeri itu akan sirna :D
siip bang lozz..
BalasHapustentu sudah bang ngopinya...ngopi ala panaongan yg menyatukan gemuruh persaudraan semakin merekat sepanjang malam...special malming...
kpn bisa ngopi bareng ala panaongan kita bang?????
ditunggu hehehehehe
Menegaskan komentarnya Mag Yang Indah.. Kapan ngopi nang panaongan?? hehehe..
BalasHapusMalam minggu tetep dlosor nang kasur,. Jomblo bkan alasan tepat untk menyendiri,,hehe
BalasHapusngopi nang omae morotuo tah uncle ayo tak eterno wkwkwk asyik2
Hmm,kapan qt bisa ngopi bareng ya yah??
BalasHapusMalem minggu waktunya full istirahat kang,
BalasHapusturu wae toli enak... heheh
setuju kang, makin banyak memberi justru kita semakin kaya....
Tapi bisakah diganti dengan ngeteh?? :D
Aku gak kenal dengan malam Minggu mas, paling seneng aku malam Jum'at. Ngopi ........ ya sudah lah......... itu kan aku banget :D
BalasHapusSalam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Mendapatkan perenungan juga disini, setidaknya kita semua bijak menyikapi diri & berkacqa dengan keadaaan, analoginya manteb banget sam,,,,
BalasHapuskopi hangatnya mantap, selamat ya dapat award.
BalasHapusYups betul..., pahit n manis semua akan kita reguk. Jika bisa memadukan komposisinya maka bisa menghangatkan jiwa layaknya kopi yg menghangatkan raga kita.
Btw..., nice post. Oh ya moga segera menemukan belahan jiwa yg kan mengusir sepimu disepanjang usia yg tersisa. amin...
malam minggu di depan layar komputer aja... dan semalem baru sadar, kenapa kalo malem minggu dunia maya sepi banget yaaaa...haha
BalasHapusRiza Jaliet@
BalasHapuskapan ngopi bareng di Manggar sam?
Brigadir Kopi@
jiaah jangan pura-pura dong, sapa tuh di dalam foto yang sedang main prosotan.. hayoo
Skydrugz@
usul yang bagus tuh.. kapan-kapan malam mingguan di kuburan aja ah hehe
Mag Yang Indah@
penyakit ndekemku kumat Gam.. masih enggan keluar kamana aja sekarang
Masbro@
hehehe pendukung Gam nih sam..
Sofyan@
BalasHapusmorotuo sing endi..? piye kabare misi rahasiane kang?
Anonim@
ini Dhe Ya..?
Mabrurisirampog@
spesial buat sampean teh anget aja Kang
Sugeng@
malem jumat.. juga mengerikan buat yang belum punya istri cak hahaha
Djangan Pakies@
yupz setuju Kang Pakies.. ojo sawang sinawang. Cewek Jenggawah? sopo iku Kang
Arief bayoe Sapoetra@
manteb ora ono kopine, sama aja bohong sam hehe
Iffa Hoet@
aamiin.. matur nuwun mbak
Aina@
hehehe baru nyadar ya kalau dunia maya juga mengenal malem minggu
pasti datang diwaktu yang tepat:)
BalasHapusbtw nice post,seneng bacanya:)
tidak ada yang perlu dicemaskan di dunia ini. semua ada maksudnya. aku kok lagi seneng-senengnya ngeblog sampe lupa... pedih itu apa ya... salam buat Zey
BalasHapusaku gak ngopi, tapi ngeteh, :P
BalasHapusHehehe aku mampir eneh sam, gowo kopi tapi kopine ebek neng kene,,,hehehehe kasih kabar kalau aku ganti url sam http://batakata.blogspot.com/
BalasHapusAku jaga di puskesmas aja, Mas...
BalasHapusNggak sepi, karena banyak pasien, hehe...
meski aq ga suka ngupi... tp aq tw ngupi bisa jd gali inspirasi... met terinspirasi by kupimu Lozz... tabahkan hatimu masio jomlo, Tuhan uda siapin n pd wktunya psti "nyanding" 'dek sbelahmu...
BalasHapusMasalahnya itu Mas, klo saya jarang ngopi hanya sesekali saja. Terasa nikmat klo ngopi di daerah yang dingin...
BalasHapustulisannya keren euy...
BalasHapusah, tapi Anda suka nguping, tidak baik itu... :P
lain kali, ngopinya di gedung DPR aja, biar bisa dengar para wakil rakyat lagi ngomongin apa... :D
balapan liar aku ga suka, yg ikutan biasanya orang2 yg ingin cari perhatian
BalasHapusperhatian apa coba? pada akhirnya yg didapat adalah rasa kesal oleh mereka yang terganggu dengan balap liar itu
ini skrg lg ngopi :D
BalasHapusSaya? Kopi???
BalasHapusJangan tanya Mas, gak bisa saya gak minum kopi. :(
kopi malah bikin mata saya berkunang2...(hehe gk biasa ngopi)]
BalasHapustp postingannya sangat mencerahkan sekali bwt para jomblo2 sprti saya :D
Ita@
BalasHapusbersabar menunggu sambil minum kopi kok mbak hehe
Ami@
oke deh mbak nanti saya salamin.. salam apa nih
Tunsa@
iyo wis.. ngeteh aja deh
Arief Bayoe Sapoetra@
ya wis nanti tak hampiri
diajak aja pasieannya ngopi bareng
Diahfanza@
BalasHapuseh ada mbak Diah di sini.. ada posting terbaru nih di rumah mbak?
Ded@
hem saya jadi bayangin kopi di daerah pegunungan nih gara-gara komen pak Ded
Batu@
itu bukan nguping, tapi tak sengaja mendengar hahaha
r10@
yah repot juga sih mas ngomong dengan para Sembalap
rhyzq1983@
bagi dong...
Asop@
kalau kang Asop mah enggak usah ditanya.. si Raja sruput..
ang9el@
masak sih? justru saya merasa pusing kalau enggak kemasukan kopi
belum, aku ga ngopi soalnya :)
BalasHapusminum kopi ini di tengah hari sambil baca artikelmu yg sip sekali hehehe :)
BalasHapushmm.. sebentar, kemarin2 saya tuh msh penasaran ama kamu sob, saya sempat mikir kalo pemilik blog Brigadir Kopi dengan pemilik blog ESSIP itu satu org.
BalasHapusbener gak sih?
Kalo berbicara soal kopi, bagi saya, tiada hari yg terlewat tanpa kopi sob....
:D
Wow inspirasi dari secangkir kopi yang menelurkan renungan mendalam di malam minggu ya :)
BalasHapusKopi memang bisa bikin mood nyaman dan pikiran menerima segala kondisi dengan lapang.
Lapor mas Lozz, kopi saya tinggal setengahnya nih ^^
BalasHapusKopi...?..hah,...kopiii?....saya pecandu kopi.....kopi hitam 3 kali sehari dengan ukuran 3 gelas besar......
BalasHapus%^_^...
walau gitu teman juga kasih petuah, imbangi dengan minum air putih....ok sudah dilakukan.
Jadi, kalau ditanya,"sudahkah anda ngopi hari ini?"....
..."sudah, malah ampasnya ikut"....^_^...xixixixixi
ga seberapa suka nyeruput kopi bang...kalo nyosor iya..hahaa...
BalasHapusartikelnya yahud banget nih...
semoga bisa nyentil tersangka2nya...hohoho...
Lapor pak Satpam.. saya belum bisa menemukan nikmatnya kopi! hehe...
BalasHapusSemoga malam minggu y.a.d tak lagi ada sepi yg menghadang....
saat mensedekahkan mata dan telinga, sejenak saja, sellu ada cerita yg kadang bagi qt adalah biasa, tp saat qt bisa mencernanya dgn nurani, tetap saja nikmatnya tak pernah berkurang sedikitpun. :D
BalasHapussaya minum dua
BalasHapushe...he...he... emang paling enak itu nongkrong brg temen2 :D
BalasHapussaya sih sering ke warung tapi ga mesen kopi hehehe
BalasHapussoale sebelum ke warung udah minum teh dolo
berharap malam minggu2 berikutnya gak sendiri he..he...
BalasHapusWah aku gak ngopi....aku ngeteh :D
haha.. mestinya itu kan Darah itu merah Jenderal!! ada-ada aja Mbak Erry...
BalasHapuskalau sudah tiba waktunya...sang pujaan hati pasti akan datang...yg penting tetap berusaha dan berdoa...
BalasHapusaku juga dulu suka nangis kalo malam mingguan lihat teman2 pada jalan sm pacarnya hhihihi......
Semoga Kang Lozz kelak mendapat jodoh yang solehah (kabulkanlah do'a saya ya Allah ) tetap semangat mas...Sambil ngopi baca nih artikel saya jadi lebih banyak tahu bagaimana menikmati hidup didunia.
BalasHapussaya udah ga ngopi lagi lozz,
BalasHapustapi masih pengaduk kopi setiap pagi, buat temannya :)
Malam minggu?
BalasHapusSaya dirumah aja malah, tetep jadi satpam dunia maya, hahaha...
Tapi saya enjoy sih :D
Kalo ngopi kayaknya emang lebih nikmat kali ya :D
Lidya@
BalasHapuslah buruan ke webe mbak, buat beli kopi hehe
Anisayu@
Monggo diunjuk kopine mbak Ayu
Penghuni60@
Bukan mas saya bukan brigadir kopi, dia lebih ganteng loh dari saya hehe
Anny@
makasih mbak.. ada kopi ada inspirasi
Orin@
beli dong mbak kok malah lapor saya hehe
Aryadevi@
hehehe item semua dong mbak bibirnya
Dina Aprillia@
BalasHapusehm.ehm njaluk kopine lah mbak
Mechta@
lah piye.. disruput pake perasaan dong mbak
Accilong@
wow.. kata-katanya itu loh, pasti udah minum kopi nih
Majalah Masid Kita@
kok malah kayak iklan?
Naufal Aminur Rahman@
apalagi nongkrong sambil minum kopi
Nique@
tuh namanya pengiritan mbak Niq
Erfano Nalakiano@
BalasHapusaamiin.. semoga cepat nemu teman minum kopi ya Mas
Yuni Cute@
iya nih mbak Yun.. panas ma mbak Erry aku
Nia@
makasih mbak Nia.. doakan secepatnya ya Walu punya tante baru hahaha
Riez@
matur nuwun Kang... sruput maneh kopine wis
Ysalma@
mbok saya dibikinkan satu aja dong mbak
Zippy@
hehehe satu kaum nih sama saya
kalo gak ngopi gimana ya .. enaknya nyruput apa nih ?
BalasHapusPermisi.. ijin follow ya.. salam knal jg dari saya..
BalasHapusIki lagi nyruput kopi di panaongan Mas, rumahnya masbro acacicu.
BalasHapusKayaknya Uncle Lozz udah pantes bikin buku nih.. Ehehee..
BalasHapusUncle Lozz maaap Vania baru mampir lg... Bunda lg marah2 soale kayaknya modemnya lg lemot kayak siput... *cucian deh*..
Uncle yang penting qta hepiii ya ... Mo malem minggu, malem sabtu.. Sama aja... Eh tapi klo malem senin Bunda jd agak bete tuh.. Apa krn bsk hrs kerja ya? Ahahaha.... Vania doain selalu supaya Vania cepet punya Aunty Lozz... Oceee.... ;-)
OOT Uncle... Dunia Anak gmana kabarnya nih Uncle...? Qta isi cerita yuk Uncle... Bunda gak tau cara masukin lagu ke blog soalnya.. Ahahaa...
Selamat hari Rabu Uncle... ;-)
Mungkin belum hari ini Tuhan membrikan pasangan yang terbaik untuk mu, mungkin esok, 1 minggu lagi, 1 buulan maupun 1 tahn lagi, jangan lelah untuk berharap dan berdoa.
BalasHapusbtw anyway buswayy.... postingaanya aku sukaaa....
Saya ga bisa minum kopi karena maag, paling-paling saya ngeteh :)
BalasHapushari ini saya sudah ngopi meskpun belum ke WB
BalasHapussaya susu pake es yg dingin aja gmn mas?
BalasHapustapi saya tidak suka ngopy :) dapet award ya selamat ya
BalasHapusjangan jomblo lagi mas essip, wis kalo cocok sikat, tak harus pacaran thooooo...
BalasHapusmaaf baru mampir, persiapan mendadak menjadi manten itu melelahkan
Dey@
BalasHapuspiye kalau es degan aja Bu Dey
Cikal Ananda@
monggo dipersilakan.. Matur nuwun ya
B@goes@
njaluk sam...
Lyliana Thia@
aamiin semoga deh cepet nemu aunty
Bluelov@
aamiin semoga saja, tapi kapan? hahahaha
Sya@
ya ngeteh aja dong mbak Sya
Citromduro@
mak nyaman kak?
Merliza@
dingin-dingin kok malah minum es?
Boeding@
makasih yaaa..
Jumialely@
horre.. akhire manten anyar keluar nih.. selamat ya mbak Lel
salam buat Kangmas
Ikut ngeramein warung kopinya bro. he.he . . .
BalasHapusudah mas,...habis segelas neeh,..salam kenal.
BalasHapus