Jika Saya Bisa, Anda Pasti Lebih Bisa
"TIDAK TAHU", itulah jawaban yang selalu saya berikan manakala dulu diberi pertanyaan guru SD tentang apa cita-cita yang saya impikan. Saya bukanlah seorang yang sempit harapan dan miskin cita-cita. Namun rasanya saya tidak bisa memberikan sebuah jawaban spesifik layaknya anak kecil yang memilih dokter, guru, pilot, tentara bahkan presiden yang menjadi pekerjaan idamannya.
Dulu saya adalah pribadi yang labil dalam hal memilih sebuah pekerjaan. Bahkan selepas SMA nyaris tak ada sebuah impian tentang pekerjaan apa yang nantinya akan saya lakukan usai lulus pendidikan. Saya putuskan sejenak untuk beristirahat dengan menjadi seorang pengangguran, yang ujung-ujungnya justru malah kebablasan. Entah berapa tahun lamanya saya menjadi seorang pemuda tak produktif. Hanya bisa menjadi seorang "provokator" bagi teman-teman kampung yang sama-sama berbaju penganggur . Namun saya sangat berterima kasih dengan pengalaman masa lalu itu, karena dari jalanan banyak pelajaran tentang kehidupan yang saya dapatkan.
Beberapa tahun kemudian saya sadar jika diri ini sudah lama terlena menjadi "anak muda". Semua bermula ketika saya mengenal sebuah dunia baru bernama pencinta alam. Sebuah dunia yang mampu membangunkan saya dari tidur yang panjang. Meski tiada tekanan dari orang tua agar saya segera bekerja, saya sadar jika mau tidak mau sebuah pernak pernik duniawi bernama materi harus segera saya cari. Meski saya rasa kesadaran itu baru sebatas kulit ari. Yah, saya mau bekerja hanya karena sebuah angan-angan, bukan karena masa depan. Mencari materi hanya untuk sebuah obsesi menjadi seorang petualang yang mampu menaklukkan semua puncak tinggi yang ada di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Maklum saat itu makna pencinta alam bagi saya adalah berpetualang dan terus berpetualang.
Banyak pekerjaan yang coba saya lakukan. Saya hindari jenis pekerjaan yang berbau kantoran, sebab saat itu saya begitu alergi dengan semua yang berbau birokrasi. Saya masih sangat idealis dan salah kaprah dalam menerjemahkan kata "merdeka" saat itu. Saya hanya mau dengan pekerjaan yang tidak membatasi petualangan-petualangan saya. Saya pilih pekerjaan yang hanya mengandalkan otot dan saya tak terikat di dalamnya. Menjadi tenaga bantu di usaha PKL VCD seorang teman, tukang jemur usaha penggilingan padi, pekerja harian di DKP yang akrab dengan lumpur selokan, sampai menjadi kuli bangunan di ibukota. Tapi semua itu tak bertahan lama, karena saya masih eman dengan petualangan saya.
Pada suatu ketika saya dihadapkan pada sebuah kondisi dimana saya harus menjadi seorang lelaki yang patah hati. Sebuah kisah yang mempertemukan saya dengan sebuah "Luka Yang Indah". Bagi saya semua itu sungguh menyakitkan. Saya dendam, tapi saya harus membalasnya dengan sebuah bukti jika saya tak akan pernah mati gara-gara patah hati. Saya harus segera bangkit dan membalas semua rasa sakit dengan sesuatu yang legit. Sudah waktunya bagi saya untuk menanggalkan semua idealisme saya. Melupakan semua obsesi petualangan saya. Merelakan sebutan "anak muda" pergi perlahan dari kehidupan saya.
Alhamdulillah, ternyata Sang Khalik mendengar semua doa saya, karena tak seberapa lama kemudian saya pun mendapat pekerjaan yang telah lama saya idamkan. Meski ini hanyalah pekerjaan masyarakat bawahan, tapi saya sangat cintai dan banggakan pekerjaan ini. Saya serasa menemukan sebuah kehidupan baru selain menjadi seorang pencinta alam. Dunia maya, yah.. itulah kehidupan baru saya. Disinilah medan pertempuran saya untuk berkarya. Inilah ladang saya dalam mencari rejeki. Mengumpulkan sen demi sen yang nantinya mungkin akan saya butuhkan saat Marpuah telah saya temukan.
Saya bangga menjadi seorang satpam dunia maya. Saya cukup bahagia kendati pekerjaan saya hanya sebatas seorang penjaga di sebuah warnet desa. Apalagi saat mengenal dunia bernama blogsphere membuat saya merasa mantap dan sreg jika dunia internet lah yang memang benar-benar cocok dengan pekerjaan saya.
Menjadi seorang blogger sungguh tidak pernah ada dalam impian saya. Saya bukanlah penikmat buku tebal, bukan mania sastra ataupun novela. Bukan pula ilmu komputer yang menjadi latar belakang akademik saya. Saya baru tahu jika ada sebuah potensi diri yang selama ini tidak saya sadari. Sungguh di luar dugaan manakala ternyata tulisan saya bisa menyentil kuping seorang petinggi di dewan. Yah, saya baru sadar jika selama ini saya cuma terbebani sebuah paradigma "saya tidak bisa" dan "saya tidak mampu". Padahal jika saya mau belajar dan berusaha semua pekerjaan itu tidaklah sesulit yang saya kira.
Rasanya saya sangat berbahagia dengan dua dunia yang saat ini saya lakoni. Di dunia nyata sangat bangga menjadi seorang pencinta alam. Saya bahagia menjadi bagian dari proses kehidupan adik-adik saya. Menemani mereka berkarya dengan apa yang kami bisa. Jika dulu untuk sesaat saya menjadi seorang "provokator" untuk hal-hal yang tidak baik. Mungkin sekarang waktunya bagi saya untuk menjadi seorang "provokator" yang mencoba mengarahkan hal-hal kebaikan untuk selamanya.
Demikian halnya di dunia maya, saya tidak boleh hanya sebatas menjadikan dunia itu hanya untuk memulung rejeki demi perut saya, tapi saya harus mau pula berkarya di dalamnya. Saya tak terlalu bermimpi ada sebuah buku dengan nama saya tertera di sampulnya. Impian saya cukuplah sederhana. Saya ingin menjadikan blog ini sebagai corongan kampanye lingkungan saya ke segala penjuru dunia. Hanya ingin berbagi pengalaman hidup lewat sebuah tulisan yang bisa diambil jika ada sesuatu yang baik, dan abaikan atau muntahkan jika ada sebuah pengalaman tidak baik yang terjadi pada diri saya. Setidaknya ada sebuah sinyum simpul yang keluar saat tulisan itu terbaca, bagi saya itulah sebuah prestasi untuk karya-karya saya.
Dulur blogger, seringkali masa lalu kita dibumbui dengan segala sesuatu yang berwarna abu-abu bahkan hitam. Tapi selama detik waktu masih berjalan disitu masih ada jalan untuk melakukan perbaikan. Kenapa harus ada kata malas jika pulsa usia kita belum tuntas?. Yang harus kita lakukan adalah terus dan terus mengisi ulang sisa pulsa kehidupan dengan segala kebaikan. Tidak ada kata terlambat jika kita benar-benar punya niat. Baik tidaknya hari ini tentu semua tergantung pada diri kita sendiri.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi siapa saja. Bisa memotivasi para lelaki patah hati. Bisa pula memberi inspirasi adik-adik dan teman-teman saya yang masih saja nyaman dengan sebuah zona bernama "enggan". Sebab jika seorang tukang sapu seperti saya bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat, kenapa anda tidak?. Saya rasa jika ada sebuah niat dan usaha, anda pun pasti bisa dan jauh akan lebih hebat dari saya.
Dulu saya adalah pribadi yang labil dalam hal memilih sebuah pekerjaan. Bahkan selepas SMA nyaris tak ada sebuah impian tentang pekerjaan apa yang nantinya akan saya lakukan usai lulus pendidikan. Saya putuskan sejenak untuk beristirahat dengan menjadi seorang pengangguran, yang ujung-ujungnya justru malah kebablasan. Entah berapa tahun lamanya saya menjadi seorang pemuda tak produktif. Hanya bisa menjadi seorang "provokator" bagi teman-teman kampung yang sama-sama berbaju penganggur . Namun saya sangat berterima kasih dengan pengalaman masa lalu itu, karena dari jalanan banyak pelajaran tentang kehidupan yang saya dapatkan.
Beberapa tahun kemudian saya sadar jika diri ini sudah lama terlena menjadi "anak muda". Semua bermula ketika saya mengenal sebuah dunia baru bernama pencinta alam. Sebuah dunia yang mampu membangunkan saya dari tidur yang panjang. Meski tiada tekanan dari orang tua agar saya segera bekerja, saya sadar jika mau tidak mau sebuah pernak pernik duniawi bernama materi harus segera saya cari. Meski saya rasa kesadaran itu baru sebatas kulit ari. Yah, saya mau bekerja hanya karena sebuah angan-angan, bukan karena masa depan. Mencari materi hanya untuk sebuah obsesi menjadi seorang petualang yang mampu menaklukkan semua puncak tinggi yang ada di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Maklum saat itu makna pencinta alam bagi saya adalah berpetualang dan terus berpetualang.
Banyak pekerjaan yang coba saya lakukan. Saya hindari jenis pekerjaan yang berbau kantoran, sebab saat itu saya begitu alergi dengan semua yang berbau birokrasi. Saya masih sangat idealis dan salah kaprah dalam menerjemahkan kata "merdeka" saat itu. Saya hanya mau dengan pekerjaan yang tidak membatasi petualangan-petualangan saya. Saya pilih pekerjaan yang hanya mengandalkan otot dan saya tak terikat di dalamnya. Menjadi tenaga bantu di usaha PKL VCD seorang teman, tukang jemur usaha penggilingan padi, pekerja harian di DKP yang akrab dengan lumpur selokan, sampai menjadi kuli bangunan di ibukota. Tapi semua itu tak bertahan lama, karena saya masih eman dengan petualangan saya.
Pada suatu ketika saya dihadapkan pada sebuah kondisi dimana saya harus menjadi seorang lelaki yang patah hati. Sebuah kisah yang mempertemukan saya dengan sebuah "Luka Yang Indah". Bagi saya semua itu sungguh menyakitkan. Saya dendam, tapi saya harus membalasnya dengan sebuah bukti jika saya tak akan pernah mati gara-gara patah hati. Saya harus segera bangkit dan membalas semua rasa sakit dengan sesuatu yang legit. Sudah waktunya bagi saya untuk menanggalkan semua idealisme saya. Melupakan semua obsesi petualangan saya. Merelakan sebutan "anak muda" pergi perlahan dari kehidupan saya.
Alhamdulillah, ternyata Sang Khalik mendengar semua doa saya, karena tak seberapa lama kemudian saya pun mendapat pekerjaan yang telah lama saya idamkan. Meski ini hanyalah pekerjaan masyarakat bawahan, tapi saya sangat cintai dan banggakan pekerjaan ini. Saya serasa menemukan sebuah kehidupan baru selain menjadi seorang pencinta alam. Dunia maya, yah.. itulah kehidupan baru saya. Disinilah medan pertempuran saya untuk berkarya. Inilah ladang saya dalam mencari rejeki. Mengumpulkan sen demi sen yang nantinya mungkin akan saya butuhkan saat Marpuah telah saya temukan.
Saya bangga menjadi seorang satpam dunia maya. Saya cukup bahagia kendati pekerjaan saya hanya sebatas seorang penjaga di sebuah warnet desa. Apalagi saat mengenal dunia bernama blogsphere membuat saya merasa mantap dan sreg jika dunia internet lah yang memang benar-benar cocok dengan pekerjaan saya.
Menjadi seorang blogger sungguh tidak pernah ada dalam impian saya. Saya bukanlah penikmat buku tebal, bukan mania sastra ataupun novela. Bukan pula ilmu komputer yang menjadi latar belakang akademik saya. Saya baru tahu jika ada sebuah potensi diri yang selama ini tidak saya sadari. Sungguh di luar dugaan manakala ternyata tulisan saya bisa menyentil kuping seorang petinggi di dewan. Yah, saya baru sadar jika selama ini saya cuma terbebani sebuah paradigma "saya tidak bisa" dan "saya tidak mampu". Padahal jika saya mau belajar dan berusaha semua pekerjaan itu tidaklah sesulit yang saya kira.
Rasanya saya sangat berbahagia dengan dua dunia yang saat ini saya lakoni. Di dunia nyata sangat bangga menjadi seorang pencinta alam. Saya bahagia menjadi bagian dari proses kehidupan adik-adik saya. Menemani mereka berkarya dengan apa yang kami bisa. Jika dulu untuk sesaat saya menjadi seorang "provokator" untuk hal-hal yang tidak baik. Mungkin sekarang waktunya bagi saya untuk menjadi seorang "provokator" yang mencoba mengarahkan hal-hal kebaikan untuk selamanya.
Demikian halnya di dunia maya, saya tidak boleh hanya sebatas menjadikan dunia itu hanya untuk memulung rejeki demi perut saya, tapi saya harus mau pula berkarya di dalamnya. Saya tak terlalu bermimpi ada sebuah buku dengan nama saya tertera di sampulnya. Impian saya cukuplah sederhana. Saya ingin menjadikan blog ini sebagai corongan kampanye lingkungan saya ke segala penjuru dunia. Hanya ingin berbagi pengalaman hidup lewat sebuah tulisan yang bisa diambil jika ada sesuatu yang baik, dan abaikan atau muntahkan jika ada sebuah pengalaman tidak baik yang terjadi pada diri saya. Setidaknya ada sebuah sinyum simpul yang keluar saat tulisan itu terbaca, bagi saya itulah sebuah prestasi untuk karya-karya saya.
Dulur blogger, seringkali masa lalu kita dibumbui dengan segala sesuatu yang berwarna abu-abu bahkan hitam. Tapi selama detik waktu masih berjalan disitu masih ada jalan untuk melakukan perbaikan. Kenapa harus ada kata malas jika pulsa usia kita belum tuntas?. Yang harus kita lakukan adalah terus dan terus mengisi ulang sisa pulsa kehidupan dengan segala kebaikan. Tidak ada kata terlambat jika kita benar-benar punya niat. Baik tidaknya hari ini tentu semua tergantung pada diri kita sendiri.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi siapa saja. Bisa memotivasi para lelaki patah hati. Bisa pula memberi inspirasi adik-adik dan teman-teman saya yang masih saja nyaman dengan sebuah zona bernama "enggan". Sebab jika seorang tukang sapu seperti saya bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat, kenapa anda tidak?. Saya rasa jika ada sebuah niat dan usaha, anda pun pasti bisa dan jauh akan lebih hebat dari saya.
Setujuu, hidup memang harus diisi dengan perbaikan. Inspiratif, semoga menang, :-D
BalasHapusmakasih Bli.. sampean gak ikutan berpartisipasi
HapusJika kamu bisa, aku juga bisa! terima kasih untuk semangat dan provokasi kebaikan yang diberikan. Aku juga sedang mencari-cari sesuatu yang bisa kulakukan untuk melepas zona 'enggan'itu.
BalasHapusBtw Semoga segera bertemu dengan si Marpuah ya :)salam
selamat mencari-cari mbak.. semoga lekas ketemu ya
HapusOm Essip bisa, saya belum tentu
BalasHapus[img]http://lintasme.s3.amazonaws.com/2012-02/small/b9b1edd6ecc97dea5a894c725da91f5e.jpg[/img]
bisa kok.. apa sih yang Om Aldy gak bisa..
Hapushaaaa kode gambarnya salah tuh Om
Saya diprovokasi nih...
BalasHapushehehe awas ada provokator
HapusAsal bukan provokator anarkis (versi demo kenaikan harga BBM)...
HapusTulisan ini luas, saya seperti sedang membaca artikel essip sedari awal.
BalasHapusBanyak yang sampeyan bisa dan saya tidak bisa. Itulah mengapa kita berteman dan saling mengisi dan sesekali saling mengingatkan. Betul kan Kang? hehe.. Tambah apik tulisane :)
matur nuwun ya Sam.. Untuk sebuah dunia baru yang indah ini
Hapuskereenn.. dan salut dengan kegigihannya.. banyak yang bisa diambil sebagai pelajaran dari pengalaman hidupmu ini kang, terutama buat generasi galau, bahwa yang namanya patah hati itu bukan berarti mati dan berhenti, karena hidup tetap harus berjalan..
BalasHapus*tak kasih dua jempol deh :-D
matur nuwun mbak Ne untuk jempolnya... tak kasih bakso deh..
Hapus[im]http://jajanankue.files.wordpress.com/2011/02/bakso-daging-sapi.jpg?w=300&h=200[im]
Hehehe, jaman dulu sama sekarang beda ya Uncle, dulu kita gak pernah mikir panjang untk menjadi seseorang yang pingin punya materi, tapi kenapa sekarang masih ada aja orang yang suka pilih² dalam urusan mencari rejeki,
BalasHapusDulu provakator sekarang jadi proklamatore Wachana hehehe
Sukses GA nya Uncle, semoga menang :)
loh kok kebalik.. malah dulu saya yang milih-milih hehehe
Hapusmatur nuwun kang
mantabs pakdhe.....
BalasHapusingat potensi,...ingat tentang multiple intelegent...
sesungguhnya pd diri setiap mns memiliki potensi,...tinggal manusia'nya saja menyadari atau tidak, sanggup mengembangkannya atau tidak...
sukses GA'nya pakdhe.....^^
multiple intelegent.. wow isitilah baru buat saya nih..
Hapusmatur nuwun Budhe
kereeeeeeeeeeennnn...
BalasHapustrus onty Marpuah kapan datengnya uncle??? :D
Marpuah masih kulakan pencit di pasar Probolinggo Bing hahaha
Hapuskalo tulisannya keren begini, GA nya pasti menang nih uncle....sukses selalu uncle, semoga mbak marpuahnya nya segera datang menghampiri uncle...hehe
BalasHapusMatur nuwun mbak.. salam buat Zidan ya
Hapuswaaaaah baguuus yaa... semoga menang.....
BalasHapusMakasih :)
HapusEssip bangett :D
BalasHapusaye bise merasakan rasa kebahagiaan mas liwat tulisan ini ^_^ terharu euy.
gud luk buat kontesnye mas..:)
jangan nangis dong Nay.. ku tak sanggup melihat air matamu berlinang di pipi hahaha
Hapusmakasih ye
Tulisan Uncle membuat hatiku merembes, ternyata dendam positif itu melecutkan potensi diri. Semoga Marfuah segera diraih, kalau jadijadi menjagai dumay saja udah sesucses ini apalagi menjaga seorang Marfuah, Uncle pasti BISA :)
BalasHapusGudlak GAnya, aku baru daftar juga ^^
lah kan ada yang mbrebes lagi.. belum sukses kok Yundo, cuma sudah mulai belajar menata diri dan materi..
Hapusowh daftar juga ya, bentar deh saya dolan..
hiks...
BalasHapusjadi terharu dengan perjuangan hidup seorang uncle Lozz
tulisan yg sangat bagus dan meng inspiratif
sukses dengan giveawaynya ya...
pasti menang....pasti menang....!!
matur nuwun mbak Diandara.. sampean pasti bisa lebih bagus dari ini kok
Hapusyups.... mantap banget mas, membangkitkan... saya dulu nganggur g produktif babar blas... hla kok sekarang malah nganggur lagi didepan komputer nge blog... gubrak dah
BalasHapushahaha.. perlahan yang namanya pikiran pasti akan terbuka Kang.. tergantung kita cepat atau tidaknya
Hapusmenyentuh sekali ceritamu mas...ternyata perjuangan hidup itu dimulai ketika semua org bilang "itu sudah terlambat"
BalasHapusseharusnya berterima kasih terhadap org yg menimbulkan dendam itu mas....krn dari dia lah kita disadarkan pada kehidupan yg real :D
hayooo....minta maaf dan berterimakasih sonoh
hahahaha oraaa.. ben wis ah ora ketemu maneh haha
Hapuskereeeennn.... tp setuju bgt deh.. isi hidup kita untuk hal2 yg bermanfaat saja. Kita pasti bisa!! :)
BalasHapusinsya Allah bisa mbak... makasih mbak
HapusAku bisa gak ya kayak gini ..? ^^
BalasHapusjelas bisa dan pasti lebih hebat..!
Hapusitulah kenapa saya memilih tema "Inspirasi" untuk GA saya yg pertema. see? Uncle Lozz dan teman-teman yang berpartisipasi sangat menginspirasi saya lewat cerita-ceritanya. Luarbiasaaaaa... terimakasih atas partisipasinya yaa. saya sudah masukkan ke list Inspirasi saya :)
BalasHapusmatur nuwun bu Njuri.. senang bisa menyemarakkan peringatan ultah mbak Mira
Hapusmungkin kata enggan itu bisa saja kita ganti menjadi mau, tp terkadang situasi dan kondisi yg memang mengharuskan kita 'masih' tetap berada di jalan yg melelahkan itu Mas :D
BalasHapusnamun kadangkala hanya sebuah rasa takut saja mbakyang membuat kita enggan bergerak, takut gak bisa bebas lagi.. mungkin takut juga dengan lingkungan baru kita
HapusMatur nuwun mbak
"lukah yang indah" hmm,...
BalasHapusyup,semoga tulisannya bisa jadi inspirasi para lelaki pata hati diluar sana:)
keren
sukses GA-nya
udah dengerin blum lagunya mbak..?? hihihi #promo
Hapusberi tepuk tangan,
BalasHapusprok prok prok. . .
saya baru sempat observasi. . . ;)
ceritanyaaaaa. . .
sunguh inspiratif. . .sangat suka. . . :lol:
terima kasih udah menjadi pandu sorak di tulisan saya hahaha
HapusMarpuahhhhhh.... cepatlah datang kemari...
BalasHapusah, tulisanmu ini, memang menginspirasi sam..
rasanya mereka kaum galauers bakal liuers baca ini, dan segera bertobat, hehe.. :)
nice post..
kunjungi link saya juga ya.. hihihi.. :P
salam buat dia ya mbak ehm.ehm..
Hapuswaktu SD sih saya cita-cita nya jadi insinyur :D perihal kerja kantoran, sejujurnya udah mulai bosan ini dan saya pegnennya di usia 35 taun pensiun gitu. pengen jadi pengusaha aja, buka toko atau punya kontrakan yang banyak, amin..
BalasHapusjadi kantoran kerja betul serasa ada keterbasan, tapi gpp mudah2an insyaAllah kerja kantoran ini hanya sementara aja, amin..
inginnya nulis buku aja gitu atau apa yang lebih manfaat deh :D
aamiin semoga keturutan deh cita-cita mas Maminx..
Hapushehehe satpam dunia maya yang gag galak, orang na baik hati dan tidak sombong... *lho...
BalasHapus:D
hehehe Niar cilukbaa yang ramah, murah senyum dan ngegemesin wkwkwk
Hapusberdamai dengan diri sendiri atas kekeliruan yang sempat tergores dimasalalu, itu yang paling berat ya uncle, tetapi satu yang memebedakannya dari yang lain idealisme itu masih ada dan mempunyai tempat, walau tidak lagi se kaku dulu,,
BalasHapussaya tunggu berita marpuahnya itu :D
nanti deh saya kabari lewat media televisi hahaha
Hapusmakasih mbak..
kalimat "aku gak iso" beberapa kali saya dgr meluncur dengan lancarnya dr seorang teman. ASli saya sempat hampir emosi, mengingat dia bukan orang bodoh dalam arti welcome educated. Namun saat saya bilang ttg sesuatu yg harusnya dia kerjakan krn mmg dia yg on the duty..lha kok dgn 'iklhas'nya dia bilang " aku gak iso"...Lha ilmu ghaib sj bisa di pelajari, apalagi yg tdk ghaib kan? #numpang curcol
BalasHapusBtw, saya bukan lare osing tapi wong LA = Lamongan aseli
oalah... LA Mania dong..
Hapusini sekaligus memotivasi sya sebenarnya, dengan baca tulisan ini seenggaknya sya bsa merasa termotivasi apa yg sekarang sudah sya lakukan untuk terus di pertahankan. emang pada awalnya mungkin sangat berat dan barangkali tdk punya rasa percaya diri namun percaya diri itu dgn sendirinya akan muncul jika semangat kita sendiri mampu di pelihara hingga lahirnya sebuah pencapaian dari rangkaian proses kerja kita tadi.
BalasHapustapi semangat sya terkadang tdk mampu di barengi dgn spekulasi yg hebat, maka ada kesan nyari di zona nyaman aja hehe tapi cukup menikmatinya aja dulu...
yupz.. ojo ngebut-ngebut juga Kang.. bisa benjut kita nanti
Hapusmalam uncle. memang ada yg lagi patah hati ya? :)
BalasHapussemoga sukses GAnya ya
mana..mana yang patah hati mbak??
Hapuswahhhh... semoga berjaya..
BalasHapus#maaf, iqa tak faham sangat. faham sikit sikit sahaja. -from Malaysia :)
owh.. from Malaysia ya Encik... salam kenal dari Indonesia ya
HapusSmart and full motivation post
BalasHapusTapi mana buktinya sebagai seorang laki-laki yang terlepas dari patah hati dan menjadikannya lagu yang indah. Apakah akan sekedar menjadi sebuah syair?????
he.. he... buktikan merahmu biar TOPPAS
hahaha durung Kang.. ojo kesusu dong ah..nanti deh saya bakar Toppasnya
Hapuswow, inspiratif skli masbro.
BalasHapusmakasih mbak... mbok saya ditawarin kalau lagi maem :)
Hapusnah lho, kan, malah bingung komentar opo. Mangkane nek aku rene mending ndak komentar :(
BalasHapusbegh.. apakah karismaku telah membuta bibirmu kelu? hahahaha
Hapustidak sedikit orang menjadi hebat dan terkenal karena dunia maya.
BalasHapussemoga menang !! :D
Matur nuwun mbak... :)
Hapusdari patah hati bisa menimbulkan semangat ya mas ^^ terus semangat yaaa
BalasHapussaya juga hampir tiap hari di warnet tapi bukan jaga warnet cuma mau maen sama temen saya si pemilik warnet :P
biar tak ada lagi Luka Yang Indah, dhe kasih hadiah spesial Seratus Cinta Gamazoe untuk ayah.. diambil yaa, http://gamazoe.wordpress.com/2012/03/31/seratus-cinta-gamazoe/ :)
BalasHapusMatur nuwun Dhe... saya pamerin dulu disini ya
Hapus[im]http://gamazoe.files.wordpress.com/2012/03/seratus-cinta-gamazoe.png?w=237&h=213[/im]
1. semoga lekas sembuh saudaranya Kang
BalasHapus2. hahaha beluuum kang, ojo rame-rame yo asline aku ora iso blas Corel hahaha, nanti deh minta tolong arsitek saya
Kita bisaaaa *tari pompom sm uncle* heuheuheue
BalasHapus[im]http://www.lingeyhouseprimary.org/Images/Line%20Dancer.gif[/im]
Hapus[ma]goyang yuk teh......[/ma]
makasiih untuk inspirasinya....
BalasHapushehhehe
kita semua bisa :D
BalasHapussukses buat GAnya ^^
aq g ikutannnn
siiplah..!!!
BalasHapusasalkan ada niat, apapun susahnya pasti akan bisa dilakoni sob..
mungkin kalo kamu baca sejarah perjuanganku dlm membangun blogku, hampir gak jauh beda dgnmu..
1 yg mungkin membuat perbedaan antara aku dgn blogger semua, yaitu "aku adalah seorg blogger yg tdk memiliki sebuah komputer 1 pun"
bayangin aja sob.. gmn klimpungannya aku dlm mengurus blogku ini..
tp yg jls, semua demi menyalurkan hobi menulisku. dan tentunya berbagi dgn tmn2 semua... bagiku, blogku adalah dunia lainku, sisi lainku dari dunia nyataku. dan tanpa kalian semua, aku bkn siapa2...
dan karena blogku jg, aku jd mengenalmu sob, mengenal sosok seorg ESSIP. kalo aku jujur, wajah kamu itu mirip dgn saudaraku sob.. sepupuku.
nah, kalo aku yg gak punya komputer aja tp bisa ngeblog, aku yakin kalian semua pasti BISA!!
SEMANGAT!!! SEMOGA MENANG SOB!!!!
Ada yang orang bisa tapi saya masih belum bisa Mas...
BalasHapusSemoga menang dalam GA nya Mbak Mira...
Salam!
Loh Kang, cuman lulusan SMA... podo yen ngono, eh ora ding, akyu lulusan SMU ding Haha :D Kerja apa saja ya, Kang... lulus SMU sy juga nguli bangunan ikut Paklik, jualan baju di pasar ikut Mas, sampe ikut jadi tukang cat di pelabuhan ikut orang, pernah juga kerja video shooting pd salah satu wedding orginizer (sing iki enak), dan sekarang, tukang ngecor bensin. Jama'aaaah~ Alhamdulillah... :D
BalasHapusSaya iri pada orang2 yang suka berpetualang, pingin banggeth. Untuk melampiaskannya saya lakukan ajah petualangan intelektual ;) Ini kontesnya sampe kapan, Kang?
Sukses yo, Kang...
Salam jambak erat *eh
aku setuju kawan dengan pendapatmu, sebagai manusia kita harus mampu menjadikan sisa hidup ini berharga dengan kebaikan-kebaikan kecil namum mampu membuat bibir orang lain tersenyum karena bahagia
BalasHapusInformatif dalam berartikel ria.
BalasHapusSukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
Makin gigih, pasti peluang makin bisa lebih terbuka lebarrr.. :D
BalasHapusSalam olahraga, Kang.. Semoga menang.. :)