Kalau Tomcat Bisa Ngomong
Akhir-akhir ini di berbagai media sedang hangat-hangatnya memberitakan sebuah kejadian alam yang terjadi di masyarakat kita. Sebuah fenomena tentang satwa mungil bernama keren Tomcat yang melakukan agresi ke pemukiman warga. Satwa yang seharusnya menjadi "sahabat" bagi pak tani ini, sekarang telah berubah menjadi sebuah momok yang tidak diharap kehadirannya.
Yah, Tomcat pada dasarnya merupakan satwa yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan alam, khususnya di sektor pertanian. Serangga mungil ini merupakan predator bagi wereng, hama yang sangat menakutkan bagi para petani manapun. Namun entah mengapa Tomcat sekarang malah terkesan merubah zona perburuannya. Dari yang awalnya duduk manis di areal persawahan, sekarang Tomcat diberitakan sudah mulai berani dolan ke pemukiman.
Bicara tentang Tomcat, saya jadi teringat tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat warga di daerah saya menjadi geger gara-gara ulah seekor Bos Javanicus alias Banteng Jawa yang nyasar masuk perkampungan. Ada yang mengatakan saat itu banteng tersebut sedang kalap karena diburu oleh para pemburu liar. Tapi naluri pencinta alam saya mengatakan jika mungkin saja ada sesuatu yang tak beres dengan habitat asal banteng tersebut.
Beberapa hari kemudian saya pun mencoba dolan di sebuah daerah perbukitan yang ditengarai sebagai habitat asal banteng tersebut. Ternyata benar dugaan saya, hutan yang harusnya bisa menjadi tempat bermain yang nyaman bagi sekumpulan banteng, sekarang tak ubahnya ibarat neraka bagi mereka. Banyak sisi hutan yang digunduli dengan dalih alih fungsi ladang pertanian. Nyaris tak terdengar lagi kicau burung di sana, padahal hutan tersebut adalah hutan heterogen yang harusnya memiliki keanekaragaman satwa termasuk burung di dalamnya. Lantas apa hubungannya Tomcat dengan Bos Javanicus?. Bentar dulur-dulur, saya cek kanan kiri dulu ya, siapa tahu ada Tomcat yang mengintai karena saya rasani hehehe.
Di dunia pencinta alam saya tahu jika seekor satwa nyaris tidak akan pernah menyerang duluan jika tidak merasa terancam. Seekor banteng yang asalnya berjarak puluhan kilo dari tempat saya, mungkin tak akan pernah turun ke pemukiman manakala insting mereka mengatakan habitatnya masih dirasa nyaman. Begitu halnya dengan fenomena Tomcat, satwa yang habitat asalnya berada di persawahan ini, mungkin merasa terganggu karena rumah mereka sekarang sudah banyak yang disulap menjadi rumah warga.
Saat di sekolah dasar tentunya kita masih ingat pelajaran IPA tentang rantai makanan. Dimana disitu ada aksi caplok mencaplok yang tidak boleh putus agar keseimbangan alam tetap berlangsung. Kita tahu jika Tomcat adalah predator bagi hama wereng. Kita pun harus sadar jika Tomcat adalah hewan buruan pula bagi satwa di atasnya. Jika Tomcat sekarang terlihat merajalela? Hmmm. saya pikir ada sebuah rantai makanan yang terganggu atau mungkin putus dalam siklus kehidupan Tomcat dan satwa-satwa yang berkaitan dengannya.
Cobalah anda tengok betapa sekarang banyak sekali sniper-sniper tak bertanggung jawab yang tak henti memburu tokek, cecak, burung dan unggas liar di persawahan. Saya rasa satwa-satwa inilah yang harusnya menjadi predator bagi Tomcat secara alami. Tapi sayang akibat ulah tangan-tangan yang mengusik rantai makanan, Tomcat yang harusnya bisa menjadi kawan sekarang berbalik menjadi lawan.
Dulur blogger, segala sesuatu di dunia ini sudah di desain begitu indah dan sempurna oleh Yang Maha Kuasa. Ada yang jadi dokter, guru, petani, tentara, penjaga warnet, tukang ojeg, dan lain sebagainya. Masing-masing individu tentu saja akan berperan sesuai fungsinya masing-masing. Bayangkan jika saja pak tani mogok tidak menanam padi, tentu saja roda kehidupan kita akan terhenti. Demikian halnya dengan fenomena Tomcat, harus ada penyeimbang di atas bawah dan kanan kiri satwa tersebut. Jangan sampai kodrat Illahi yang sudah dirancang begitu rapi ini, menjadi tidak seimbang karena ulah kita sendiri.
Mungkin itu sekedar opini saya sebagai seorang pencinta alam mengenai Tomcat. Semoga fenomena tersebut bisa dijadikan pelajaran dan media taffakur bagi kita semua, jika keseimbangan alam kita saat ini sedang goyang. Dan sebagai khalifah tentu saja sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga keseimbangan alam ini berjalan sesuai dengan desain awalnya. Jangan hanya mau bertindak saat sebuah wabah datang secara mendadak. Tapi antisipasilah dengan melakukan sesuatu untuk bumi yang kita cintai ini.
Ah andai saja Tomcat bisa ngomong, mungkin dia akan berkata "Elo apa gue sih sebenarnya yang lebih ganas?".
Yah, Tomcat pada dasarnya merupakan satwa yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan alam, khususnya di sektor pertanian. Serangga mungil ini merupakan predator bagi wereng, hama yang sangat menakutkan bagi para petani manapun. Namun entah mengapa Tomcat sekarang malah terkesan merubah zona perburuannya. Dari yang awalnya duduk manis di areal persawahan, sekarang Tomcat diberitakan sudah mulai berani dolan ke pemukiman.
Bicara tentang Tomcat, saya jadi teringat tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat warga di daerah saya menjadi geger gara-gara ulah seekor Bos Javanicus alias Banteng Jawa yang nyasar masuk perkampungan. Ada yang mengatakan saat itu banteng tersebut sedang kalap karena diburu oleh para pemburu liar. Tapi naluri pencinta alam saya mengatakan jika mungkin saja ada sesuatu yang tak beres dengan habitat asal banteng tersebut.
Beberapa hari kemudian saya pun mencoba dolan di sebuah daerah perbukitan yang ditengarai sebagai habitat asal banteng tersebut. Ternyata benar dugaan saya, hutan yang harusnya bisa menjadi tempat bermain yang nyaman bagi sekumpulan banteng, sekarang tak ubahnya ibarat neraka bagi mereka. Banyak sisi hutan yang digunduli dengan dalih alih fungsi ladang pertanian. Nyaris tak terdengar lagi kicau burung di sana, padahal hutan tersebut adalah hutan heterogen yang harusnya memiliki keanekaragaman satwa termasuk burung di dalamnya. Lantas apa hubungannya Tomcat dengan Bos Javanicus?. Bentar dulur-dulur, saya cek kanan kiri dulu ya, siapa tahu ada Tomcat yang mengintai karena saya rasani hehehe.
Di dunia pencinta alam saya tahu jika seekor satwa nyaris tidak akan pernah menyerang duluan jika tidak merasa terancam. Seekor banteng yang asalnya berjarak puluhan kilo dari tempat saya, mungkin tak akan pernah turun ke pemukiman manakala insting mereka mengatakan habitatnya masih dirasa nyaman. Begitu halnya dengan fenomena Tomcat, satwa yang habitat asalnya berada di persawahan ini, mungkin merasa terganggu karena rumah mereka sekarang sudah banyak yang disulap menjadi rumah warga.
Saat di sekolah dasar tentunya kita masih ingat pelajaran IPA tentang rantai makanan. Dimana disitu ada aksi caplok mencaplok yang tidak boleh putus agar keseimbangan alam tetap berlangsung. Kita tahu jika Tomcat adalah predator bagi hama wereng. Kita pun harus sadar jika Tomcat adalah hewan buruan pula bagi satwa di atasnya. Jika Tomcat sekarang terlihat merajalela? Hmmm. saya pikir ada sebuah rantai makanan yang terganggu atau mungkin putus dalam siklus kehidupan Tomcat dan satwa-satwa yang berkaitan dengannya.
Cobalah anda tengok betapa sekarang banyak sekali sniper-sniper tak bertanggung jawab yang tak henti memburu tokek, cecak, burung dan unggas liar di persawahan. Saya rasa satwa-satwa inilah yang harusnya menjadi predator bagi Tomcat secara alami. Tapi sayang akibat ulah tangan-tangan yang mengusik rantai makanan, Tomcat yang harusnya bisa menjadi kawan sekarang berbalik menjadi lawan.
Dulur blogger, segala sesuatu di dunia ini sudah di desain begitu indah dan sempurna oleh Yang Maha Kuasa. Ada yang jadi dokter, guru, petani, tentara, penjaga warnet, tukang ojeg, dan lain sebagainya. Masing-masing individu tentu saja akan berperan sesuai fungsinya masing-masing. Bayangkan jika saja pak tani mogok tidak menanam padi, tentu saja roda kehidupan kita akan terhenti. Demikian halnya dengan fenomena Tomcat, harus ada penyeimbang di atas bawah dan kanan kiri satwa tersebut. Jangan sampai kodrat Illahi yang sudah dirancang begitu rapi ini, menjadi tidak seimbang karena ulah kita sendiri.
Mungkin itu sekedar opini saya sebagai seorang pencinta alam mengenai Tomcat. Semoga fenomena tersebut bisa dijadikan pelajaran dan media taffakur bagi kita semua, jika keseimbangan alam kita saat ini sedang goyang. Dan sebagai khalifah tentu saja sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga keseimbangan alam ini berjalan sesuai dengan desain awalnya. Jangan hanya mau bertindak saat sebuah wabah datang secara mendadak. Tapi antisipasilah dengan melakukan sesuatu untuk bumi yang kita cintai ini.
Ah andai saja Tomcat bisa ngomong, mungkin dia akan berkata "Elo apa gue sih sebenarnya yang lebih ganas?".
di Sukoharjo kemaren dilarang membasmi Tomcat mas... ya bener kata mas Asop biar seimbang karena Tomcat membasmi wereng...
BalasHapuskabarnya Jerry mouse gimana mas? he he he
benetul mas.. kalau dibasmi justru nanti para petani yang rugi.. karena Tomcat sebenarnya adalah predator buat hama wereng
HapusHem bener juga ya kang lozz
BalasHapustapi bagai mana analisa anda dengan ular bulu yg sebelum TomJerry eh Tomcat?
wkwkwk kayak komentator bola wae.. saya rasa sama kok Kang.. Kalau ulat bulu kliatan berlebihan, berarti predatornya udah jarang. lihat saja wis burung-burung di kanan kiri sampean.. masih banyakkah?
HapusSemua mungkin akibat kita sesukanya mengolah alam, sehingga habitat mereka yang sebenarnya sudah terganggu, kita yang perlu berpikir lebih jernih, karena tomcat dan hewan serangga lainnya tidak mampu berpikir.
BalasHapusyupz.. manusianya dong yang harus mencari sebuah solusi bijak
Hapuswaawww
BalasHapuspostinganya keren sekali
setuju
ini semua terjadi karena habitat si tomcat yang di jajah abis sama warga toh..
harusnya kita yang intropeksi bukan si tomcat yang di suruh intropeksi
hehehe iya nih mbak Put, kalau Tomcat dirasanin trus, bisa galau deh mereka ya
HapusMungkin si tomcat dah bosan sama wereng, hehe
BalasHapusTomcat dah modern kali ya Mas, doyan hamburger hihihi
HapusAwas mas jangan cuma lihat kanan kiri aja, bisa-bisa tomcatnya naksir dari atas hehe.
BalasHapuszaman sekarang keseimbangan alamudah mulai terganggu ya mas? :D
saya pakai helm loh kang Asep
Hapusm'ingatkan kembali ttg rantai makanan...*nyaris sama dg fenomena ulat bulu...
BalasHapusapik tenan pakdhe postingan'e.......^^
matur nuwun Budhe..
Hapussepakat sekali, seperti halnya ular dia akan mengancam kalo saja dirinya merasa terancam begitu juga dgn tomcat. Sya sebenernya tdk tahu persis gimana wujud dari tomcat sendiri yg barangkali buat mengantisipasi kalo saja datang di area pemukiman saya.
BalasHapusKalo kena gigit tomcat katanya jangan di garuk, langsung di olesin minyak tawon biar ga memberi bekas luka. Bener ga tuh kang? :D
Tomcat sebenare tidak mengigit atau menyengat Kang Yayack.. tapi dalam tubuhnya ada sejenis racun yang bisa menyebabkan kulit melepuh.. Saran dari yang saya baca, dilarang memukul Tomcat sebab akan membuat racun yang ada di dalam tubuhnya keluar, nah itu deh yang membuat tubuh meriang seperti kena demam asmara hahaha
Hapussuamiku bilang juga gitu uncle, mungkin habitatnya diobrak abrik jadi tomcat memyerang manusia. kalau talking tomcat lucu loh pascal sama alvin suka mainin :)
BalasHapusbener mbak Lidya. bayangkan aja manusia yang rumahnya digusur, pasti berontak Kang
HapusHukum sebab akibat itu saya kira masih berlaku, Kang.
BalasHapusKalau misalnya Tomcat bertanya "Elo apa gue sih sebenarnya yang lebih ganas?", maka saya jawab: mungkin bukan kita hehehe...
hahahaha terus sopo Kang?
Hapusaku malah sudah digigit kang, sebelum berita muncul di media yo jadinya gak ikut wawancara wong bekas lukanya sudah ga ada hehe...
BalasHapusTomcatnya demo tuh kayaknya :)
wah perlu tuh mbak sampean buat posting tentang cara menyembuhkan efek akibat kena racun Tomcat
Hapusuntung belum sampe jambi mas...
BalasHapusnaluri alam emg terlalu nyentrik utk dipahami bagi yg awam spt saya mas...tp stlah dipahami melalu tulisan ini,malah lbh masuk akal penjelasan yg ini drpd para ahli ilmiah itu
semoga gak nyampai sana ya mbak.. intine mari kita jaga bersama keseimbangan alam ini. kemarin ulat bulu, sekarang ada Tomcat.. yah sapa tahu besok malah Dinosaurus yang masuk kampung kalau kita tidak mewaspadai dari sekarang
Hapussalam buat Radial ya
wah, kalau dino yg mewabah asik dong mas, bisa poto2 hahahaha
HapusBetul sekali... Saya pikirnya juga demikian. Pasti ada yang salah dengan 'rumahnya' mereka. Sepemahaman saya, hewan tidak akan menyerang duluan kalau tidak diusik.
BalasHapusyup.. kata Tomcat jangan mencubit jika tahu rasa dicubit itu sakit
HapusTapi kan Tomcat nggak bisa mencubit? Mereka menyengat atau mengigit, ya...
HapusBisa kok.. coba deh nanti sampean cari Tomcat dan suruh cubit wkwkwk
HapusTomcat ini lagi protes kenapa BBM dinaikkan, mas. Rencananya mereka akan menyerang ke Gedung DPR dan istana negara.
BalasHapusMantap uraian sampean. Salam lestari, Mas Lozz.
Salam Lestari Bli..
Hapusehm, like this kang,
BalasHapussaya sangat sepakat, si Tomcat cuma melakukan aksi bela diri, :D
menyerang karena diserang. Dianggap mengganggu padahal mereka yang justru merasa terganggu.
salam hangat
kata kang Sukadi kan ada hukum sebab akibat ya mbak
HapusIntine kudu seimbang yo Kang :)
BalasHapusbetul Kang.. ibarat bikin kopi kan harus imbang komposisi gula dan Toppasnya hihihi
HapusSegera MoU perdamaian dengan Tomcat, hehehe...
BalasHapusPanglima perangnya Tomcat sapa ya
HapusKemaren saat outbound aku ketemu tomcat lho Uncle, syukurnya kita berteman saja *tak diganggu maksudnya :)
BalasHapusowh.. salam buat Tomcat kalau ketemu lagi ya mbak
Hapustomcat sebetulnya bukan spesies baru..
BalasHapuskenapa harus dihebohkan..hehe
betul mbak.. mungkin karena gak ingin kalah populer tuh dengan isu BBM
Hapussaya cowok mas :))
Hapusyaaaa.. cowok ternyata..hahaha
Hapuskenapa namanya tomcat ya yah?? itu nama aslinya atau hanya nama kerennya saja??
BalasHapuskalau namanya Lozz Akbar kan blogger Dhe hahaha
Hapushe-eh Kang akhire manusia sendiri yang ruwet ya
BalasHapusuntuk kepentingan bisnis habitat asli tomcat dibabat ya mas akbar...
BalasHapuspembangunan harus selalu menimbang aspek lingkungan mbak Pu
HapusAwalnya... kayak denger Pak Guru ngajar Biologi...
BalasHapusendingnya... kayak denger Ustadz Jefri...
Eloh... gue... e.n.d :D
eh ada elo main ke blog gue Kang hahaha
HapusWekekek... eloh kagak usah sok gaol meeeen, kalo mo gaol makan dulu humburger, pizza ma chicken preeeeth. :D
HapusEh,,, Kang, keknya enak tuh bikin peyek tomcat :D
setuju banget...!!!
BalasHapushabitat yg terganggu semuanya kembali pada ulah manusia itu sendiri
serangan tomcat ini mengingatkan qta akan kejadian serangan ulat bulu
semoga tidak akan ada serangan2 yg lain lagi
aamiin.. semoga kita bisa mengantisipasi agar serangan-serangan lainnya tidak terjadi ya mbak
Hapuswuakakakakkkk
HapusBagi orang yang berasal dari pedesaan, saya tahu bahwa si tomcat ini memang sahabat petani dalam memangsa wereng. Semapt kaget juga dengan pemberitaan pertama kali, tomcat. Sebuah nama baru di dunia perhewanan / serangga dan terkesan menakutkan dengan visual korban gigitan nya. Namun saat melihat penampakan nya, itukan Jelantir yang memang hidupnya di sawah. :D
BalasHapusSalam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
wow kayaknya lebih keren Jelantir namanya Kang, natural gitu loh
HapusHmm .. betul itu mas. Ini berarti ada ketakseimbangan alam.
BalasHapusBukan main Allah ya. Dengan memberi 'pelajaran' serupa ini saja, dengan adanya sedikit kepincangan di alam, kita - manusia, jadi kalang-kabut tak karuan.
#Sambil berdo'a moga2 tomcat gak sampai Makassar. Serem euy, saya sama nyamuk dan semuat biasa saja alergi dgn gigitannya, bisa berhari2 dibawa menggaruk2 apalagi dengan tomcat ini. Hiiiii#
aamiin.. semoga Tomcat sadar diri dengan habitat aslinya ya mbak.. ora dolan ke pemukiman lagi
HapusKatanya sudah banyak di Palu dan Bima ya mas ...
Hapus#Duh ... mudah2an gak transit di sini#
hmmm bener kang.., pasti ada penyebabnya..
BalasHapusapapun yang berlebihan itu pasti hasilnya nda bagus, smoga ekosistemnya kembali normal...^^
amiin.. sama-sama berdoa mbak semoga kondisi normal lagi
HapusSebenarnya yang harus di basmi bukan hama tomcat nya Mas, namun para pelaku pembuat keresahan di negeri ini.
BalasHapusSukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
wah kalau itu butuh insktisida tingkat tinggi kang
HapusOh begitu ya.. jadi jangan salahkan tomcat nya, jangan salahkan korbannya, tapi salahkan para sniper-sniper yang tak bertanggung jawab itu!
BalasHapusCoba bagaimana rasanya seandainya sniper itu yang digigit tomcat, pasti nyalahkan tomcatnya..
lah salahe sopo mbak.. manuk meneng dibedili..
Hapustomcat juga punya hati ya uncle....bisa ngamuk kalo habitatnya di ganggu...hehe..
BalasHapusmudah2an si tomcat ini gak sampe terbang ke batam deh....ngeri juga kalo kulit sampe melepuh gara2 tomcat ya...
bener mbak Tomcat juga punya naluri untuk menyerang saat dirinya terancam
Hapusbetul uncle, kalau si tomcat bisa ngomong,
BalasHapusmereka bakal demo keras, habitat gw kok jadi beton semua? hehehe
hahaha semoga gak ikutan demo BBM tomcat mbak.. bisa gatel semua nanti pak aparat haha
HapusKalau baca postingan ini saya ingat sebuah ayat Al-Qura'an, "Semua kebaikan itu datangnya dari ALlah dan semua keburukan itu datnangnya dari Manusia",
BalasHapusUntungnya Tomcat ini gak menyebar di tempat saya Uncle, apa mungkin karena dirumah saya masih ada tokek, kodok, kadal dan cecak yang masih hidup berdampingan dengan saya hehe..
inggih gus.. matur nuwun untuk tausiyahnya ya.. diunjuk kopine Gus
HapusHahaha,,.,Gus sopo ????
Hapuswalah gan aku malah ngeri denger beritaX Tom N jerry ehh TomCat maksudX :D
BalasHapussantai saja mas.. mereka gak akan ganggu jika kita tak mengusik
Hapushehehhe lha ini juga khan nama salah satu web server local yah.....hehehhe. btw bener bung keseimbangan alam dah terganggu, lha khan wereng dimakan tomcat, tomcat dimakan burung, kalo populasi burung berkurang, ya pantas aja populasi tomcat membludak.
BalasHapusmatur nuwun mas.. sukses dengan bisnis kelincinya ya
Hapuscuma bisa menghela nafas sam,, jadi mikir, apa sih yang gak dirusak manusia... hiks...
BalasHapusbahasamu ndoro.. penuh reaksi kimia hahaha
Hapusmerinding mas baca nya.."elo apa gw sih yang lebih ganas" bener bangett..aku pernah liat di TV mana gitu lupa. 10 makhluk hidup yang paling ganas..dan nomor 1 nya yaitu manusia sendiri. jadi emang kita sendiri yang gak bisa jaga alam ya masbro, jadi habitat Tomcat keganggu ya jangan salahin dia jadi terbang ke rumah-rumah warga wong habitatnya terganggu, rantai makanannya terputus jadi gak bener. kasian juga masBro banteng Jawa yang masuk perkampungan itu. tega bener manusia yang nge gunduli hutan hanya untuk alih fungsi pertanian, jadi habitat mereka terganggu. tapi kasian juga saya gak bisa berbuat banyak masBro :(
BalasHapuslakukan sesuatu mas Maminx buat bumi kita meski simple.. contohe nanam bunga, hemat listrik, dan banyak lagi tindakan yang dianggap sepele padahal perlu bagi alam kita
Hapuskalo tomcat bisa ngomong, harga tokek mahal lho ^^ pantes aja dia diburu
BalasHapusYah karena nikmat komersil dari oknum sesaat Jiyah, akhirnya yang sengsara orang banyak..
HapusSepakat uncle, si tomcat justru baik, dia mengingatkan kita -manusia- untuk intropeksi diri ya, harus lebih mencintai alam *sok bijak* hihihihi
BalasHapusbukankah sudah ada petuah bijak bilang "belajarlah sama alam?"
Hapus*pura-pura bijak juga ah
Ah jadi inget, waktu itu sebelum tidur aku sempet liat berita tentang tomcat. Dan pas tidur, aku mimpi dikejar-kejar sama si tomcat -_-
BalasHapusapakah Tomcat nya ganteng? hihihi
Hapusmakasih dah berkunjung ya
Tomcat mendadak jd seleb neh..padahal si kecil tomcat sdh saya kenal sejak masih imut-imut banget. Tiap ke sawah di saat musim panen/padi..binantang itu tampak terbang dan hinggap dari batang-batang padi..tap gak prnh tuh gigit saya..
BalasHapussaya jadi curiga mbak.. jangan-jangan Tomcat pernah mengunggah videonya di youtube kayak Briptu Norman
Hapustomcat is amazing lagi naik daun dia, tomcat tak jauh bedanya dengan daun ganja yah mas...
BalasHapuswkwkwk.. opo hubungane Tomcat dengan ganja brade..
Hapusane baru tau gan kalau hewan di atas namanya tomcat...
BalasHapusmakanya kenalan dong Mas hahaha
Hapusalhamdulillah saya baik mas.. mas sendiri gimana kabar?!?!?
BalasHapusmoga gak kena si kucing tom itu mas ya :) heheheh..
moga keseimbangan alamnya mas lagi dalam kondisi terbaiknya :)
amiin.. kita doakan bersama Kang semoga alam kembali ramah dengan kita
HapusKabarnya tomcat sampai Blitar T,T
BalasHapuswaduh.. semoga itu hanya kabar ya mas
HapusUlat bulu, tomcat, banteng, asal ojo ulo ae yo, Uncle. Hiiiiiiyy bisa mati berdiri aku :cry:
BalasHapuswkwkwkwk.. semoga saja enggak terjadi deh mbak Choco
Hapuskemarin kemarin ulat bulu, sekarang tomcat, besok apa ya mas ? :)
BalasHapusHayoo mbak Ely mintanya sapa yang datang berikutnya??
HapusMenurut National Geographic, ledakan populasi Tomcat terbatas hanya beberapa bulan saja, karena makanan kumbang ini adalah wereng yang berukuran kecil. Adapun wereng memiliki kecenderungan berkembang biak pada musim hujan. Dalam sekejap Tomcat tidak dapat memakan wereng yang tumbuh semakin besar, hingga akhirnya populasi Tomcat menurun dengan sendirinya.
BalasHapuskalau sebenarnya kita biarkan semua berproses menurut alam tanpa diusik mungkin semua akan berjalan baik ya mas
Hapussepakaaatt, semua sudah diatur, jangan sampai kita merusak.
BalasHapustadi pagi denger berita, katanya tomcat udah ada di makassar, mamaaaaaaaaak ;'(
loh... awas ada Tomcat hehehe
HapusTomcat sedang jadi buah bibir dimana-mana nih...
BalasHapusSekarang aja di rumahku juga sudah ada tomcat, malah kemarin aku mendadak kaget karena tomcat jalan2 di jariku. Terpaksa aku menunggu sampai dia berlalu dengan sukarela... Hikss..
yupz.. jangan dibunuh jika kita tak ingin kulit melepuh
HapusKalau sampai Tomcat bisa ngomong, tentu bukan goresan luka yang disebabkan menjadi berita heboh. ada tomcat ngomong dan mengkritik manusia tentu akan lebih heboh lagi
BalasHapushe. he.. Sebetulnya tidak perlu ditakutkan, tomcat merupakan hewan lama, bukan hewan yang baru muncul, sudah dulu saya pernah kena kentut hewan tersebut
hahaha.. media itu loh kang yang membikin ramai.. kok enggak blog kita aja ya yang haruse dapat promosi gratisan oleh mereka
HapusArtikel yang bermanfaat sekali.
BalasHapusMatur nuwun
Hapusahh kalo udah begini kasihan mrk yang ngga tau apa2 tapi jd korban Tomcat yachh.....smoga wabah ini cepat berakhir...dan si Tomcat bisa pulang ke tempat asalnya dgn aman dan nyaman
BalasHapusamiin... met ultah ya mbak Nia... semoga sejahtera selalu :)
HapusSy pernah bc di salah satu media kl tomcat itu kan aslinya hidup di rerumputan. Cuma lahan mrk itu skrg byk berkurang krn jd perumahan.. Akhirnya mrk masuk ke rumah2. Yah pd akhirnya kl dipikir2 ini ulah manusia juga
BalasHapus