Lagu Anak, Dimanakah kau Kini?
Membaca artikel Tante Monda yang berjudul "Dear Pahlawanku Pencipta Lagu Anak", seakan kita diajak untuk mencermati sebuah fenomena yang terjadi pada kehidupan anak-anak Indonesia sekarang. Tak terdengar lagi lantunan "Aku Anak Sehat" dari bocah-bocah yang biasa kita dengar saat mereka pulang sehabis mengaji. Sekumpulan bocah yang bersepeda bareng sembari menyanyikan lagu "Kring Kring Goes Goes", Ah semua itu sepertinya sudah menjadi sebuah pemandangan yang begitu langka.
Semua sudah berubah tanpa pernah kita sadari. "Ayam Jantan" sudah tak lagi berkokok, karena kalah garang dengan raungan si "Kucing Garong". "Si Kancil" sudah tak nakal lagi, karena si "Keong Racun" sekarang makin menjadi-jadi. "Kasih Ibu" pun jarang sekali didendangkan, karena anak-anak sekarang lebih suka bersenandung ala orang dewasa lewat "Cinta Satu Malam".
Saya rasa Tante Monda begitu jeli mengamati segala perubahan yang terjadi dalam dunia anak-anak kita. Dengan usia beliau yang beberapa generasi di atas saya, mungkin Tante Monda begitu merasa sangat kehilangan dengan lagu-lagu yang dulu selalu mewarnai masa kecilnya. Lagu-lagu yang secara tidak langsung turut mendidik Tante Monda, sebab lagu anak-anak bukan sebatas unsur bunyi-bunyian yang mudah dihafal oleh seorang anak kecil. Banyak pelajaran dasar pada anak yang bisa kita temukan disana, macam berhitung atau pengenalan warna. Ada pula pendidikan budi pekerti pada anak semacam menyayangi orang tua, disiplin, semangat untuk belajar, mengenal keagungan Tuhan dan banyak lagi pelajaran budi pekerti yang ditemukan dalam lagu-lagu itu. Namun sayang seiring perkembangan jaman, lagu-lagu itu sepertinya sekarang sudah mulai ditinggalkan.
Mungkin ada yang berpendapat, "Ah jaman Tante Monda kan dah jadul". Hmmm.. saya rasa kita tak mungkin mengerem laju perkembangan jaman. Tapi menurut saya seberapa pun pesatnya perkembangan jaman, yang namanya dunia anak-anak akan tetap stagnan. Pola pikir mereka tentunya masih sama dengan pola pikir kita saat masih polos dulu. Hanya kondisi kanan kiri saja yang mungkin akan mengalami perubahan dan ikut mempengaruhi perkembangan anak. Masa kanak adalah sebuah proses meniru dari apa yang terlihat dan dengar di kanan kiri mereka. Salah satunya adalah lagu yang mereka dengar, yang tentunya harus kita filter sesuai dengan kapasitas mereka sebagai anak-anak.
Pernah suatu hari seorang bapak meminta mengisi koleksi Mp3 handphone mereka ketika saya bekerja di warnet. Di salah satu koleksi itu si bapak juga meminta sebuah lagu berjudul "Keong Racun". Si bapak juga mengatakan jika anaknya yang masih TK suka sekali dan hafal di luar kepala lagu tersebut. Heran, kenapa orang tua yang harusnya bisa berperan aktif untuk memfilter segala sesuatu yang dikonsumsi oleh anak-anaknya, sekarang justru malah terkesan menyodori anaknya dengan sesuatu yang belum pada waktunya dan menurut saya lagu itu tak baik untuk pendidikan si anak. Jika untuk kategori orang dewasa saja "Keong Racun" masih menjadi sebuah kontroversi. Lantas bagaimana jika kemudian malah dikonsumsi anak-anak kita?.
Semoga saja mulai hari ini kita berperan aktif untuk selalu memfilter apa yang layak untuk ditonton dan didengar oleh anak-anak kita. Banyak hal bisa kita berikan untuk para bibit-bibit penerus bangsa itu. Biarkan mereka berproses alami menurut tingkatan umurnya. Bukan malah sebaliknya kita memberikan sebuah injeksi negatif yang mengakibatkan mereka dewasa sebelum waktunya.
Juni kemarin saya mencoba untuk membuat sebuah blog yang sedianya saya tujukan untuk anak-anak. Sayang, karena keterbatasan kemampuan saya menulis tentang dunia anak, Akhirnya saya cuma bisa isi blog itu dengan kumpulan lirik dan sound lagu anak. Ada sesuatu yang menarik saat saya mencari bahan-bahan lagu yang akan saya masukkan dalam blog itu. Dimana saya banyak melihat terjadi aksi coba-coba mengklaim lagu-lagu tersebut oleh oknum-oknum dari negeri tetangga. Semoga semua ini bisa menjadi sebuah "warning" bagi kita semua untuk bisa lebih mencintai lagu-lagu anak itu. Sebab sebuah bangsa mungkin tak akan pernah berani mengklaim budaya kita, jika budaya itu benar-benar dicintai di negerinya sendiri.
Berikut ini saya punya sebuah video lagu anak tahun 80an. Dulu saat kecil saya sukali menyanyikan lagu ini saat bersepeda ria dengan teman-teman sepermainan saya. Bagaimana menurut pendapat anda, khususnya yang muda-muda mengenai lagu tersebut. Apakah anda bisa menangkap sebuah pesan pendidikan anak di dalamnya?. Apakah lagu jadul tersebut memang sudah tak layak untuk dikonsumsi anak-anak jaman sekarang?. Monggo dishare lewat komen di bawah ya.

Dulur blogger, tumbuh besar lalu menjadi dewasa adalah sesuatu yang pasti akan terjadi pada anak-anak kita. Tapi jangan sampai anak-anak kita menjadi dewasa secara prematur. Bukankah kita semua tahu jika salah satu masa indah dalam kehidupan adalah masa kanak-kanak?. Jadi apakah kita mau merenggut masa-masa indah mereka itu dengan sesuatu yang belum pada waktunya?.
“Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Pertama di Kisahku bersama Kakakin “
uncle dong ciptakan lagu anak demi anak2
BalasHapusjiyahahaha kalau bisa mungkin si Pascal dah saya bikinin mbak Lid..
Hapuskyknya butuh bergelas2 kopi kl lozz yang bikin lagu ya.. hahaha...
Hapushahaha tahu aja teteh.. ayuk sruput kopinya.
Hapus[im]http://www.gifs-paradise.com/animated_gifs/coffee/animated-gifs-coffee-05.gif [/im]
Ciptakanlah sebuah lagu cinta untuknya
Hapusnya itu siapa ya????????
nak kanak ponduk Kang hahaha
HapusMas, ada satu profesi yang saya kagumi saat ini, yang tanpa henti teruuuus memutar lagu anak-anak; Tukang Odong-Odong :lol:
BalasHapusSaya kalau ke kota atau pas lagi jaga, seneng mendengar lagu anak-anak dan lagu daerah yang diputar berulang-ulang oleh tukang odong-odong. Dan itu harus dilestarikan lho.
Lebih khawatir lagi, saya takut Odong-Odong ini diklaim lagi sama negeri tetangga ha ha ha ha...
Kalau disini masih banyak tuh Bli.. syukurlah ada juga kereta api mainan yang tiap beroperasi selalu muter lagu anak-anak.
HapusBli Budi sih kapan hari gak sekalian mampir rumah, pasti deh saya ajakin naik kereta api mainan itu.. mau gak ya? hahaha
Sepakat sama Bli Budiastawa..
Hapusodong odong punya peranan penting dalam penyebaran lagu anak..
sepakat mbayar hahaha
Hapussetuju kang...dimana2 demam lagu2 ga mutu itu makin eksis. yg jadi miris korbannya adalah anak2 yg ga tau lirik lagu yg dinyanyikannya ga pantas didengar utk seusia dia, contoh nyata lagu "hamil 3 bulan" itu...doooooh, anak2 sempat dengar by radio trus nyanyi bareng2 bertiga,,,si emak yg kelabakan jelasin ke mereka bahwa itu lagu ga baik dinyanyiin, tp ya nmnya anak2 ttp ga ngeh maksudnya, kdg2 kelupaan nyanyi jg hiiiiikzzzz
BalasHapusnah tuh jadi PR mbak buat sampean agar anak-anak nahan dulu gak nyanyi lagu-lagu itu sampai pas waktunya kelak.. terutama keponakan saya, si rambut maut ini..
Hapus[im]http://1.bp.blogspot.com/-MX1v6z8jbxQ/TyQB83P9dFI/AAAAAAAABWc/dchunmVv3eA/s320/IMG_0015.JPG[/im]
PR nya berad ya kang,,,secara si emak watunya kebykan di kantor, trus anak2 dg bebasnya nonton dan dengar musik tanpa perhatian dan pengawasan ortu,,,hikkkzz penyesalan tiada akhir tp mau gmn lagi :(
Hapusahaaayyy...ni anak keknya jd idola mas lOzz neh,,,anak siapa ya ??? *tuing2
bener banget tu mz......sy sampe geleng2 liat tingkah murid sy yang sampe naik k atas meja sambil gaya rock n roll...ckckckck*ekspresif sekali....hehehe...
BalasHapustapi biarpun demikian stiap kali sy tawarkan..."hayo pengen nyanyi lagu apa...?"
mayoritas anak menjawab "balonku".....
hmmmm...sedikit bernafas lega krn lagu balonku msh disukai...
Alhamdulillah.. anak-anak disana masih suka dengan "Balonku" ya bak
Hapushihihi.......
Hapusurutan 1 :: balonku
urutan 2 :: pelangi-pelangi
urutan 3 :: naik kereta api
urutan 4 :: pada hari minggu....
jd juaranya adalah.... :D
Juaranya adalah??? sopo ya hehehe
Hapuskalo dhe lagi main sama adeknya dhe pas malem, dhe suka nyanyiin lagu cicak cicak di dinding sama satu-satu (itu judulnya bener gk sih??).. hehe, gpp yang penting itu kan masih lagu anak-anak.. sebenarnya kebiasaan anak itu tergantung dari lingkungan keluarga ya yah, kalo misal sering di dengerin lagu anak-anak, maka anak-anak pun akan suka dan cinta sama lagu anak-anak..
BalasHapusbetul.. orang tua juga turut menentukan kertas putih kehidupan anaknya mau diberi warna apa..
Hapusperan orang tua, keluarga dan lingkungan sangat berpengaruh...
BalasHapusidem dengan di atas komenku Kang
HapusAsli miris memang, bahkan event lomba lagu anak-anak pun pihak penyelenggara tdk aware utk memberikan materi lagu yang anak-anak. Justru lagu2 dewasa yang dijadikan materi lomba. Mestinya sebagai penyelenggara punya otoritas utk membat rule'nya kan?
BalasHapusmungkin karena mengejar rating dan komersil belaka mbak, jadi mereka malah menyodorkan lagu-lagu yang sekarang lagi trend.. Padahal itu sudah jelas bukanlah lagu anak, tapi lagu orang dewasa
Hapusbener banget,..dulu waktu jaman aku kecil, banyak bangt sampe bingung ngapalinnya, skarang anak kecil justru doyan nyanyiin lagu orng gede..ckckck, liriknya pun alay bngt
BalasHapusAtau mungkin sebaiknya ganti kita aja yang nyanyi lagu anak-anak itu mbak Phuji hehehe
HapusSeandainya ada yang mau mengaransemen ulang lagu anak² tersebut dengan model trend² terkini alangkah esipnya, kalau dulu ada trio wek wek saiki malah onok boyband, opo iku hahaha...
BalasHapustulisan ini koyok'e calon yang esip untuk jadi juara,,,
"Kang Sofyan"
piye kalau kita bikin duo aja Kang.. namanya duo posank wkwkwk
HapusHahaha,,sepakat Cak koyok iki
Hapus[im]http://id.jabunta.com/files/2011/06/foto-image-gambar-picture-gamarjobat-hello-ketch-dynamic-duo-mime-pelawak-kocak-jepang.jpg[/im]
Bahkan sejak akhir 90-an banyak di antara adik-adik usia balita kita sudah tidak mengenal lagi lagu yang seharusnya mereka dengarkan. Bangun tidur adikku langsung berdendang, "Aku mungkin bukan pujangga, aku mungkin tak s'lalu ada..."
BalasHapushahaha tapi herane saat besar kok jarang yang jadi pujangga ya mas
Hapuslagu anak2 skrg udah langka atau malah udah punah ya skrg :(
BalasHapusapa perlu kita bikin Cagar Lagu Anak?
Hapuskangen lagu anak2 yang dulu...
BalasHapusAku malah kangen dikau Nay wkwkwk
Hapusayok semua kembali jadi anak-anak. . .. . :)
BalasHapusbegh.. trus yang dewasa sapa nanti mas :)
Hapusyang dwasa biar bang lozz aja wkwkwkwkwkkwkk
Hapushm, trenyuh. saya termasuk yang kehilangan, Kang. anak-anak sekarang terpaksa disodori dengan lagu yang saya sendiri pun suka geleng-geleng kepala mendengarnya. mau jadi apa generasi muda kalau kita yang lebih dewasa tidak memberikan saringan & arahan. ini PR bersama, bukan hanya orang tua, tetapi masyarakat secara umum.
BalasHapusyupz PR semua pihak mbak Phie.. mulai ortu, pencipta lagu, media televisi, Guru, Pak Lurah, Tukang Sayur dan banyak lagi yang lainnya
HapusMemprihatinkan sekali dunia anak2 jaman sekarang. Kadang orang tua sudah mendidik dngn benar tapi pengaruh dari luar rumah kadang2 bisa meracuni anak2. Terus piye solusinya? *kok malah nanya*
BalasHapuspengawasan buat anak-anak nurut saya mbak Tar. harus pandai memilah segala sesuatu yang layak dan tidak buat mereka
HapusAyo dong Uncle ciptakan lagu anak2
BalasHapusNanti deh saya coba mbak dengan sekuat tenaga dan fikiran hehe
Hapusbener mas. jaman skrang anak2 kesannya tinggal simbol, faktanya seperti buah2an karbitan. dipaksa matang sebelum waktunya, jdi prematur. jaman sya kecil bnayk bener artis kecilnya, mpe bingung hapalin lagu yg mna.
BalasHapusah, papa t. bob dimana yah? eh, salah. apa dunia sudah melupakan lagu2 beliau yah? PR kolektif ni.
Saya juga sebenarnya bertanya-tanya saat melihat klip anak-anak tempo dulu. Penyanyi ini sekarang bagaimana nasibnya ya
Hapusmosok Osar suruh nyanyi pacar 5 langkah sama alamat palsu yo uncle.. :(
BalasHapusabang tukang bakso gak pernah lewat lagi sih,, hehe...
untung ada ankelozz...
entar saya aja yang jadi penjual baksonya..
Hapus[im]http://2.bp.blogspot.com/-uaJY8EriPQ0/ThQp7kmvg1I/AAAAAAAAARw/zYjmqPO-0Bo/s320/DSC00292.JPG[/im]
balung kok dijual???
Hapuswan iya belum lihat blog dunia anaknya uncle
BalasHapustrims ya uncle masih menyempatkan ikut serta
sama-sama Tante. sukses buat acaranya ya
Hapusudah jarang lagu anak" skrng...
BalasHapusyupz... semoga enggak punah aja ya
HapusIbu juri datang... :)
BalasHapusSaya dulu ngoleksi albumnya Puput Melati, Mas :)
Kalo anak2 sekarang sih sukanya sama SMASH tuh :D
maaf gak sempat menggelar karpet merah bu Njuri... hehehe
Hapussaya nebeng komen di Bu Juri ini,
Hapusnah itu, emaknya cm bisa balonku, cicak di dinding,
eh udah bisa berteman, yang digumamin lagunya smash semua :(
hahaha apa perlu bikin emak Band ya mbak
HapusSaya kasihan sama2 anak2 jaman sekarang...
BalasHapussemoga gak makin salah kaprah aja anak-anak Indonesia yo Kang
Hapustapi mahes suka nyanyi lagu yang dibilang "jadul" itu lho uncle, soale sampe sekarang blom ada penggantinya :(
BalasHapusPinter.. kalau keponakan saya yang satu itu dijamin deh mencintai lagu anak-anak
Hapuslalu, kira2 solusif yang tepat untuk menangani hal semacam gimana ya kang?
BalasHapusJujur saja, waktu jamannya saya dulu, kelas 6 SD saja masih disuguhi lagu2nya trio kwek2, joshua, db.
Tp kalau liat anak skarang? hadeeehhh...
Semua harus proaktif membudayakan lagi lau anak yang benar-benar anak Kang. Terutama para orang-orang yang bergerak di bidang industri musik dan media televisi tentunya
HapusKang... emang tak adanya lagu anak2 membuatku prihatin. Anak2 sekarang gak bisa nyanyi lagu2 yg pas buat mereka, tapi mereka malah hafal lagu2nya boysband dan girlsband... #ngenes..
BalasHapusShasa enggak ikut-ikutan kan Mbak...
Hapusburung kutilang berganti menjadi cucakrowo ya kang, mengapa bisa begitu ya keprihatinan yang perlu mendapat perhatian demi kesehatan tumbuh kembang kejiwaan anak-anak negeri ini
BalasHapusentahlah Kang.. wah kok saya pingin posting lagu Burung Kutilang yo Kang di blog TK saya
Hapusmatur nuwun kang
anak" skarang memang miskin lagu...
BalasHapussaya dukung utk blog lagu anak" :D
oh ya, lagu trio macan yg skarang juga sering dinyanyiin anak",,nambah kasian pd nyanyi iwak peyek :(
cariin dong Jiah lagu anak-anak yang daerah..
Hapuseyampun, videonya jadul bgt uncle, tapi sukaaaa... zaman sekarang malah ada boyband anak2 T__T"
BalasHapusBoyband kalau lagune anak-anak saya rasa ora masalah Teh.. lah kalau lagune orang dewasa trus piye ya
HapusKayaknya tetangga kita itu maruk banget ya? Nggak ada kerjaan lain apa selain gangguin punya oraaaaaang aja! Napsu banget claim sana claim sini.
BalasHapusBaydewey, aku suka muter lagu anak-anak jadul kok dirumah. Vales juga senang lagu Burung Kakak Tua dan Naik-naik ke Puncak Gunung :D
nah itu Mbak.. mungkin tetangga sebelah sudah merasa jika budaya itu gak dapat tempat lagi di masyarakat kita.. makanya berani klaim
Hapusiya mas,aku juga kangen sama lagu anak2,,,habis ditv2,ga pernah diputer lagi adanya cuma lagu orang dewasa gitu..hmm
BalasHapusMampir aja blog TK saya mbak kalau kangen #sekilas promo
HapusPonakanku yang cuilik saja sudah hapal lagunya Ayu Keting-ting, tapi kalau diminta menyanyikan lagu pelangi-pelangi dia malah geleng-geleng kepala. Dan celakanya, pencipta lagu anak yang ada sekarang terkesan mendewasakan anak belum pada waktunya, seperti buah asam diperam dengan karbit.
BalasHapus[im]http://files.softicons.com/download/web-icons/buttery-emoticons-by-rokey/png/128x128/big_smile.png[/im]
palingan sampean yang ngajari tuh Om
Hapusanak saya masih tetep suka nyanyi lagu anak-anak lho mas lozz, kalo dia nyanyi lagu dewasa malah langsung saya tegur kok, hehe
BalasHapusessip... itu baru namanya keponakan Uncle Lozz.. hidup Zidane
Hapus[im]http://3.bp.blogspot.com/-v_-HGm1zjBg/TxLX8pxkiKI/AAAAAAAAAHE/XumW4l-nJtY/s170/Foto0129.jpg[/im]
Dija juga nyanyi lagu anak anak,,,,
Hapuspaling suka tik tik bunyi hujan
Biarpun saya hapal lagunya Ayu Ting-Ting, tapi saya masih ingat lho lagunya Enno Lerian, Melissa yang Abang Tukang Bakso, si Lumba-lumba, dan si Komo lewat.. tapi herannya punya ponakan umur 4tahun malah hapal lagunya Justin Beiber #hadehh..
BalasHapushahaha... semoga gak diajarin lagu Ayu Tingting wae sama sampean mbak Yun
Hapuspenyanyi anak-anak jaman sekarang pun nyanyinya lagu2 pop
BalasHapusKalau dah gede wajar dong Mel nyanyi lagunya orang gede
Hapussemangat mas lozz bikin lagu buat anak-anak. iya kasian sekarang anak-anak kecil paham nya lagu2 dewasa, karena jarang atau bahkan gak ada lagi lagu2 untuk anak-anak. bahkan grup band anak kecil (apa ya lupa nama grup nya), nyanyinya lagu "sayang, cinta-cintaan"
BalasHapussemoga saya kalau kelak jadi Ayah, bisa membimbing dan ngasih anak inputan yang baik, amin..
aamiin.. semoga secepatnya kesampaian ngajari anak-anaknya nyanyi lagu anak-anak ya Mas
Hapus[im]http://i218.photobucket.com/albums/cc14/tamasya/SPIDERMAN.gif[/im]
BalasHapus[im]http://www.all-creatures.org/anan/rabbit-dancing.gif[/im]
HapusMenunggu om lozz bikin lagu anak
BalasHapushahaha tuh bagian Masbro Bli
Hapushahahahaha... asyek cak, lagune rek, iyoh, piye nek sampean mencoba tuk menciptakan lagu anak2, wajah udah ndukung banget kan. hohohoho :D
BalasHapushahaha emang aku mirip paman Dolit
Hapuskasihan skrg anak2
BalasHapusmalah pada nyanyiin lagu cinta dewasa :)
ya nih Mas.. semoga ada musisi yang peduli dengan mereka ya
Hapusasiikk..ntar lagi mas lozz punya kerjaan baru..pencipta lagu anak2 :)..kasian soalnya mas..anak2 skrg udah kehilangan masa kanak2nya..blm pelajaran2 sekolah yg amit2 susyahnyaa..ditambah dunia hiburan anak yg kurang..ckckck..butuh org2 spt dirimu yg peduli..ayuukk ku dukung *kyk-kampanye*
BalasHapuslah saya cuma bisa mendukung lewat blog lagu anak itu aja mbak Jo.. kalau nyiptain lagu.. hadaaaah kayaknya gak bisa deh saya
Hapusbenerrrrrrrrrrrrrr.......... anakku wes gak apal lagu anak2. tak belikan kaset anak2, jawabe "ah itu sih utk anak kecil mah" ?????????????? :(
BalasHapustapi, apal banget lagune justin mbleber,sm yg enerjik2 gitu dia suka banget. hadeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhh.......................
tuh kan.. waduh piye iki ponakanku nanti dewasa prematur jadinya
Hapussekarang byk ortu yg malah justru bangga kalo anak2 (kecil) mereka hafal lagu dewasa :roll:
BalasHapusyups bener, secara tidak langsung banyak juga ortu yang justru malah merampas masa-masa indah anak
HapusMakasih dah mampir ya
perlu dikonter dengan metode kayak mbak itu Kang.. Biar ora kebiasaan anak-anak dengerin lagu yang kontroversial
BalasHapusYup Lozz, lagu anak sekarang sudah bermetaformosa menjadi lagu-lagu remaja atau dewasa.
BalasHapusTak ada lagi kepolosan mereka yang dituangkan dalam lirik dan nada.
Miris, tentu saja.
Tapi semoga, pahlawan-pahlawan pencipta lagu anak terdahulu akan memiliki penerusnya di jaman kini.
:)
aamiin.. semoga ya mbak, ada musisi yang peduli dengan dunia anak
HapusEssip ...
BalasHapusSaya punya keprihatinan yang sama ...
itu sebabnya ... di Blog atau di youtube ...
saya berusaha mengunduh ... lagu anak dan lagu daerah saja ...
hasil mainan sederhana saya saja ...
belum banyak sih ...
tapi moga-moga banyak yang dengar
salam saya Sip
kasih tahu chanelnya dong Om :)
Hapuspostingan yang sangat menarik :)
BalasHapussangat bermanfaat.. ^_^
keep posting yaa..
ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. :)
your post is nice.. :)
BalasHapuskeep share yaa, ^^
di tunggu postingan-postingan yang lainnya..
jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
terima kasih.. :)
Mungkin hanya sebuah usulan kecil untuk Kang Loz agar dapat membuatkan lagu untuk anak tentang lestari alam, dan saya yakin bisa dicoba kok. Eit..... jangan menyerah dulu, demi sebuah dedikasi untuk dunia anak dalam menumbuhkan rasa cinta kepada alam. He....x9
BalasHapusSukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
hii.... blognya kren..infornya bnr2 bermanfaat.
BalasHapusSaya juga punya sebuah blog yg byk membahas tentang anak2, terutama dunia lagu anak...
anda juga bisa donlot lagu anak gratis di sana..
klik http://lagu2anak.blogspot.com
kunjung balik ya...
tuker link juga boleh kalo tidak keberatan...
Salam cinta lagu2anak...