Tak Melimpah Asal Berkah
Membaca artikel Pakde yang berjudul "Rejeki Rayloro Dalam ManMaks", saya jadi teringat saat terlibat obrolan dengan seorang teman di Yahoo Masengger. Sebut saja namanya Galia, seorang teman yang baru saja saya kenal lewat sebuah permainan online bernama Travian. Singkat kata teman yang berasal dari Pekanbaru ini tiba-tiba bertanya nominal saya terima sebagai upah menjadi seorang satpam dunia maya. Sebuah pertanyaan yang menurut saya agak tabu untuk dikeluarkan dari seseorang yang baru saja kita kenal. Tapi tetap dengan hati saya menjawab pertanyaan teman tersebut.
"Enam ratus ribu Mas", jawab saya.
"Hah, enam ratus ribu? apa cukup mas?", kata teman tersebut terlihat keheranan.
Saya pun kemudian mengetik sebuah emo bertanda ngakak guling-guling serta sebuah kalimat "Dalam sebuah rejeki itu ada keberkahan kok mas". Tak seberapa lama kemudian teman tersebut curhat dan menceritakan jika sebelumnya dia adalah seorang karyawan berpenghasilan lebih dari dua juta sebulan. Karena merasa tidak puas dengan penghasilannya, si Galia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Akibatnya Galia pun sekarang kebingungan melamar pekerjaan kesana-sini sebagai ganti pekerjaannya dulu.
Keberkahan, mungkin itu yang harus kita cari saat melakukan sesuatu di dunia ini. Ketika kita diberi nikmat tubuh sehat, berkah itu ada saat kita menggunakannya untuk sesuatu yang manfaat. Saat kita diberi wajah nan rupawan, berkah itu timbul saat kita selalu memberi orang lain sebuah senyum yang menawan. Saat kita memegang sebuah jabatan, berkah itu ada manakala kita mau mempergunakannya sebagai amanah yang bisa dipertanggungjawabkan. Demikian halnya dengan rejeki, ada sebuah keberkahan yang tentunya harus kita cari.
Keberkahan rejeki menurut saya tergantung dengan cara kita saat mencarinya dan bagaimana kita mensyukuri saat mendapatkannya. Melimpah tak menjamin hidup kita akan terasa indah. Instan tapi jauh dari kehalalan tak juga menjamin tidur kita akan nyaman. Coba tengoklah para koruptor kakap di senayan sana. Segalanya sepertinya bisa mereka beli, bahkan jika mau lembar ratusan ribu bisa dijadikan tisu toilet oleh mereka. Tapi apa benar semua itu adalah jaminan 100% hidup mereka nyaman?. Bisa jadi tidur mereka tak nyaman, karena esok hari harus berhadapan dengan KPK yang siap dengan segala pertanyaan. Apa benar mereka kaya?. Ah saya rasa tidak, Bagaimana mereka bisa dikatakan kaya jika masih saja serakah menimbun harta, padahal isi perut mereka sudah dirancang Sang Khalik sesuai kapasitasnya. Itulah keberkahan rejeki menurut saya, sebuah efek yang akan kita terima dari setiap rejeki yang kita hasilkan.
Dalam pekerjaan bisa dikatakan saya menjadi seorang tangan kanan majikan. Sebuah posisi empuk tentunya jika saja saya mau nakal memanfaatkannya. Sebuah pekerjaan ringan tentunya jika saja saya mau melipatgandakan upah bulanan secara instan. Lantas apakah saya merasa puas dengan enam ratus ribu yang ada di tangan?. Hmm. saya jawab tegas..Tidak..!. Saya selalu mensyukuri setiap rejeki yang saya terima, tapi saya pun harus terus mencari rejeki tambahan. Menambah kran-kran rejeki saya di dunia maya dengan cara wajar dan halal, agar nantinya bisa menghasilkan air keberkahan yang bisa saya teguk dengan nyaman.
Mungkin pula ada yang mengatakan, "ah ente enak aja Lozz, wong ente masih bujangan. Coba lihat aja nanti pas istri ente mrengut gara-gara telat kasih uang belanjaan, saya jamin ente bakal mumet gara-gara duit". Secara pribadi saya siap untuk menikah, eh mempersiapkan obat jika saja saya kelak dilanda mumet gara-gara duit. Obat itu bernama qona'ah. Ikhlas bersyukur dengan rejeki yang kita terima, tapi terus mencari sampai kita tahu seberapa banyak ALLAH akan memberi nanti. Qona'ah yang tidak hanya sebatas pasrah. Saya tidak sepakat jika ada yang mengatakan rejeki itu bukan untuk dikejar. Sebab bagaimana rejeki akan datang jika kita tak mau menjemputnya?.
Dulur blogger, semoga saja di tengah keasyikan kita berlomba-lomba mencari rejeki, kita pun tidak lupa mencari keberkahan dari setiap rejeki yang kita dapatkan. Ucapkan selalu hamdalah pada setiap rejeki yang kita terima, karena dengan itu kita akan menjadi kaya. Teruslah mencari rejeki dengan wajar dan penuh kehalalan, karena dari setiap sen yang kita hasilkan tentunya kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Artikel ini untuk menanggapi artikel BlogCamp berjudul
"Rejeki Rayloro Dalam ManMaks" tanggal 15 Juni 2012.
sukaaa sama postingannya ini :D
BalasHapussekecil apapun jika kita terima dengan penuh rasa syukur akan menjadi berkah dan akan selalu dicukupkan.. inget juga pesen mamah saya, jangan lupa berdoa setiap kali mau berangkat kerja atau pas mau melakukan pekerjaan agar bisa menjadi ibadah dan rejekipun penuh berkah.. :)
salam kang Lozz..
Saya juga akan selalu ingat pesan emak saya mbak "olehe kerjo setitik ojo ngersulo, sing penting iso dadi daging"
Hapusmatur nuwun mbak Ne :)
setuju kang, daripada stress memikirkan gajih yg takpernah cukup, lebih baik syukuri apa yg ada hidup adalah anuhgrah...
BalasHapusJanji allah, brg siapa bersyukur niscaya aku tambah, tp sebaliknya brg siapa yg takmau syukur OOOOO saaaduk! :D
hahahaha ampuuuun Kang.. jangan saduk saya ya
Hapusbetul Mas Lozzakbar menjalani hidup dibutuhkan ketenangan hati dan kejernihan pikiran, caranya dengan berdzikir dan husnudzon kepada Alloh, insya Alloh hasilnya akan bisa sabar dan syukur
BalasHapuslah kalau kita protes dengan sesuatu yang diberikan Tuhan, trus piye ya mas hehe. Syukron mas Insan
HapusKomentar saya kok hilang sih ??
BalasHapusSahabat tercinta,
Saya telah membaca artikel anda dengan cermat.
Artikel anda segera didaftar.
Terima kasih atas partisipasi anda.
Salam hangat dari Surabaya.
Asyik... Matur nuwun De sudah diverifikasi.. Horeeee
Hapus[im]http://i1193.photobucket.com/albums/aa346/lozzakbar/final_773877093174_origenjpg.gif[/im]
Suka sekali dengan paragraf kedua dari bawah, hahaha... Selalu ada doa untukmu Kang :)
BalasHapusRejeki itu ketika kita mau mensyukuri setiap udara yang kita hirup per detiknya, dan mau merawat udara..
Semoga sama-sama sukses yo sam. Eh, Kang ding.. hehe.
Makane ojo kake'an merokok sam, biar ga terlalu polusi udara kita hehehe
HapusLho Galia itu cowok tho?
BalasHapusMenurut saya, mnanyakan nominal penghasilan juga sesautu yang tidak etis...apalagi baru kenal.
Terus, ttg cukup atau gak...itu tergantung kitanya kok. Setiap orang kan bisa mengukur seberapa kemampuannya kemudian set priority pengeluarannya. Pendapatan besar maka secara alamiah kebutuhan jg akan mengikuti bertambah..jd intinya tetap kembali bagiamana kita mengelolanya...sehingga bisa cukup dan penuh berkah:)
Cowok kok mbak.. Nama aslinya sebenare Bunga #ups
Hapusuntung namanya bukan golia ya kaya nama premen hehehe.besar kecil penghasilan itu relatif ya Uncle gimana pintarnya kita bersyukur saja dan mengatur semua Insya Allah berlebih kok
BalasHapusbetul mbak Lid.. bersyukur dan memanajemen duit kita sebaik mungkin
HapusCari rejeki yang berkah...sebab semua itu sarana untuk meraih kehidupan kita di step berikutnya. Qana'ah... sebagai muslin sifat ini harus kita miliki, agar kita mampu berzuhud.
BalasHapussemoga kita semua senantiasa qona'ah dengan apa yang kita punya ya Bun
Hapus"berkah dari sebuah jabatan adalah dimana kita mau menggunakannya sebagai amanah untuk bisa di pertanggung jawabkan"
BalasHapusmengurangi kepikiran saya terhadap jabatan yang saya pegang :)
semoga sukses di lombanya kang :)
eh ada yang lagi ultah.. met milad mas Adam
Hapus[im]http://www.graphicsgrotto.com/animatedgifs/birthday/images/agbirthday2.gif[/im]
semoga keberkahan senantiasa bersama anda
Nice posting..
BalasHapusMemang seringnya kita lupa bersyukur atas semua yg didapat. Matematikanya Allah tuh suanggarrr loohhh. Apa yg dipikir ga cukup, eh ternyata cukup :D
hehehe ALLAH kan YANG MAHA BERHITUNG mbak Ita
HapusOalah tak pikir Galia iku cewek Cak :)
BalasHapusIntinya rejeki iku taka kan datang bila tidak dijemput, di jemput dengan Do'a dan Usaha, dan rizki itu bukan hanya materi, kesehatan termasuk rizki lo, semoga marpuah membaca postingan ini, biar ntar pas nikah gak marah² hehehe..
Sukses Cak ngontesnya
jiyaaah kok mblarah nang Alisa Soebandono sih kang
Hapussebagai orang yang ngakunya beragama keberkahan adalah hasil akhir dari segala jerih payah kita di dunia ini... makanya para pejabat yang gajinya sudah lebih dari cukup masih aja korup karena mereka memakai agama hanya sebagai simbol di KTP saja...
BalasHapushihihi.. berarti itu tanda mereka masih miskin ya mas
HapusGalia oh galia. . .
BalasHapuskenapa kau tidak mencoba menerima apa yang sudah ada?
karena sikap kamu yang tidak menerima dan kurang bersyukur, akibatnya ya seperti itu? :)
anggaplah itu ujian dari Alloh.
Yang namanya rejeki kalau tidak disyukuri itu menjadi tidak berkah dan merasa kurang terus. Untuk itu tetap bersyukur saat menerima rejeki sedikit dan Allah pasti akan menambahnya lagi. Apalagi kalau sedang dapat rejeki lebih, wajib tuh bersyukur dan berbagi.
Walaupun masih bujangan, jangan takut dengan bayangan AD/ART karena rejeki insyaAlloh akan dataang dari arah manapun.
Salam Senyuum. .. ^_*
Salam sayang Adinda :)
Hapuskeberkahan rejeki bukan diukur dari jumlah yang diperoleh, tapi dari cara mendapatkan dan penggunaannya juga
BalasHapusmantabs surantabs
ben nyaman ongguh e'kakan nggih Kang?
Hapusberkah yang kita rasakan bukan tergantung dari besar kecilnya rejeki yang kita peroleh ya uncle, tapi tergantung dari bagaimana kita mensyukuri nya ya.....
BalasHapusAlhamdulillah...
Hapussedikit asal bermanfaat, tapi pengennya sich besar dan berkah.he...
BalasHapusmakanya kita tidak hanya sebatas qona'ah pasrah tapi terus ikhtiar mencari.. matur nuwun mas
Hapussuuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa................ benerrrrr uncle.... klo kt slalu bersyukur atas rejeki dari Allah, Insya Allah berkah, dan Allah akan selalu mencukupkannya... :)
BalasHapuscari rejeki seolah2 kt akan hidup terus ya uncle.... n ibadah smkn rajin, seolah2 kt dekat dg maut.... :)
smoga menang kontesnyaaaaaaaaaaaaa............................
wuih.. komene rek.. puaaaaaaaanjaaaaaaaang hehehe
Hapuskomennya ga bs panjabg panjang...
BalasHapusjempol aja deh ;-)
sekali-kali pakai stempel dong Mi
Hapusbener kang.. Halal gak akan membuat diri kita kepikiran
BalasHapusyang penting memang mensyukuri ya mas, sekecil apapun rejeki itu
BalasHapusbener mbak.. mensykuri semua yang diberi Tuhan apapun itu..
HapusMatur nuwun mbak Ely
terkadang aku terheran-heran melihat orang yang suka pindah-pindah tempat kerja sementara dia tidak mempunyai keahlian tersendiri yang lebih dari yang dimiliki orang lain....kalo siap pengen keluar masuk tempat kerja, harus perlengkapi diri dengan keahlian yang lebih,
BalasHapusbekerja tanpa diiringi sebuah bekal skil akan menyiksa diri sendiri ya pak
HapusNgapusyiii... yen mung 600ewu... Lah sabetane? :D
BalasHapusAjarin qona'ah, Kaaaaang. Serius...
hahaha nyabet jemuran sebelah yo kang
Hapuskeren postingannya mas..
BalasHapusiyah saya setuju tuh..rezeki harus dijemput..tinggal bagaimana cara menjemputnya, mau halal atau tidak halal. Seberapa pun memang harus disyukuri..
yuk sama-sama kita jemput rejeki itu mas Dan
Hapusartikelnya bagus.. ikut lomba ya?? blognya dah saya follow#208 minta follbeknya ya.. salam kenal..
BalasHapussalam kenal mas Didin
Hapusberapapun rezeqi nyang kite dapet, smuanye emang kudu sukuri.. cakep dah nih postingan :D
BalasHapusNaya cakep juga deh
Hapussetuju banget uncle
BalasHapusberapapun rezeki yg qta terima kalau diterima dgn penuh syukur dan ikhlas pasti akan membawa keberkahan
dan yg terpenting rezeki yg qta didptkan dr rezeki halal
pasti akan membawa keberkahan yg amat sangat di sekujur darah yg mengalir pd tubuh qta
biar kecil asal halal, insya ALLAH dimakan akan menjadi daging penuh keberkahan mbak
Hapusada yg kelupaaaaan.....
BalasHapussukses ya uncle dgn kontesnya
aq dukung artikel ini yg akan menang....
hatur nuhun mbak Diandra...
HapusSubhanalloh isi artikelnya mantap! saya selalu berdoa ubtuk menjadi orang yg berkecukupan bukan orang kaya. karena orang kaya belum tentu berkecukupan. :)
BalasHapusevent ngeblog: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!
insya ALLAH kalau saya bisa akan berpartisipasi mas.. sukses buat lombanya ya
Hapusalhamdulillah semoga seberapa besar rejeki yang ada namun berkah...
BalasHapusAlhamdulillah.. sukses buat usaha anda mas
Hapusaku juga ga pengen muluk muluk ah
BalasHapusbiar cukup asal enak..
aamiin... sing penting bisa membuat tidur nyenyak Kang Rawins :)
Hapussyukuri apa yang ada hidup adalah anugerah, mas Lozz Akbar ojo lali yo, bunda tunggu postinganmu di http://sumiyati-raditcelluler.blogspot.com/2012/06/kontes-blog-review-sumiyati.html
BalasHapuspiye ya.. gak bisa janji ikutan nih Bunda..banyak kegiatan nih di dunia nyata. tapi coba saya usahakan ya
Hapussukses buat kontesnya Bunda
kl kata mamah sy, rejeki sekecil apapun kalo kita selalu bersyukur akan selalu berkah..
BalasHapusDan kl kt sy, uang itu gimana kita mengaturnya.. Biar kecil asal kita pinter ngaturnya aja :)
bener Teh.. manajemen duit juga penting ya
HapusWah, wah...apik tenan iki, Lozz...saya sampe bolak balik manthuk-mantuhk pas baca postingan ini ;)
BalasHapuslah mbak Irma ngantuk tuh, baca ampek manthuk-manthuk hehehe
Hapusmakasih mbak
Lama tidak mampir disini, ternyata tulisan cak essip tambah enak dan renyah. :D
BalasHapusAku juga sering ditanya dengan teman kerja (yang sudah akrab luar dalam) tentang masalah salery dari tempat kerja sekarang. Malah ada yang ngajak demo dengan menghadap kepala cabang. Namun ajakan itu tidak pernah aku hiraukan malah sebuah wejangan selalu keluar dari bibir ku yang tidak seksi. "Rejeki itu tergantung dari bagaimana kita mensyukuri. Kalau dibilang kurang, mestinya aku merasa kurang semenjak beberapa tahun yang lalu. Namun rejeki yang aku dapatkan ituaku syuluri saja" begitu selalu aku sampaikan. Tidak membuat puas sih jawaban itu tapi setidaknya bisa sedikit meredam panas di hati orang yang mau demo.
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan