Majikan Vs Bawahan = Piramid Vs Tempe
Status boleh kalah, dia majikan saya bawahan. Keberuntungan boleh juga tidak sama, dia berduit saya masih pailit. Tapi untuk masalah nasionalisme, saya tidak mau kalah..!. Ya, itulah suasana yang sering terjadi antara saya dengan sang majikan.
Engkel - engkelan dan saling membanggakan tentang apa yang dipunyai negara masing - masing, sepertinya sudah menjadi hal yang biasa antara saya dengan Mr. Montasir.
Berhadapan dengan seorang warga Timur Tengah yang kebanyakan memiliki ego diatas rata-rata dan ditambah dengan gelar dia sebagai sarjana. Tentunya merupakan hal yang sulit untuk mengalahkan dia dalam perang engkel - engkelan di antara kami.
Jujur saya sering mengalami kekalahan saat berdebat dengan dia perihal negara masing - masing. Saat saya bercerita tentang keindahan Borobudur. Dia santai menjawab jika Borobudur memang indah, tapi masih kalah indah dan kuno dari Piramid. Sebuah jawaban yang membuat saya menjadi diam tak berkata, karena saya pikir memang begitu adanya. Belum lagi jika dia mulai membanggakan Terusan Suez, Universitas Al Azhar, penemuan - penemuan bangsa Mesir dan lain sebagainya. Piuh... sungguh membuat saya kehabisan akal harus dilawan dengan apa agar majikan saya bisa kalah.
Apapun bisa kami jadikan bahan buat berdebat. Mulai penyanyi, tokoh nasional, suasana Ramadhan, cuaca, bahkan sampai sayur terong pun bisa jadi bahan engkel - engkelan diantara kami.
Suatu hari kembali terjadi engkel - engkelan dua delegasi bangsa antara saya dan Mr. Montasir. Oh ya. saya google translate dulu ya, biar anda semua paham. Maklum komunikasi kami sehari - hari adalah bahasa Inggris pasaran hehehe.
"Semua yang ada di Mesir pastilah bisa mengimbangi bahkan melebihi yang ada disini", kata dia bangga.
"Tapi ada kok sesuatu disini yang enggak ada di Mesir", sahut saya.
"Apa itu?", tanya dia keheranan.
"TEMPE...!", jawab saya singkat.
"Wah kalau tempe sih sulit dicari bandingannya, habis enak sih", jawab dia malu.
"Eh bisa enggak kamu beritahu saya cara poembuatan tempe?", sahut dia lagi menutupi kekalahannya.
Akhirnya saya tunjukkan sebuah video di Youtube tentang proses pembuatan tempe. Sebuah makanan favorit seorang rival yang baru aja keok dari saya alias majikan saya sendiri hehehe.
Dalam hati saya tersenyum, "Oalah.. Montasir.. Montasir.. ternyata kamu kalahnya sama tempe hehehe"
Dulur Blogger, seringkali sesuatu yang kita anggap sepele, justru hal itulah yang dianggap menarik oleh orang lain. Sebuah tempe seringkali dijadikan bahan olok - olok dalam kehidupan kita sehari - hari. Mental tempe, generasi tempe atau tempe makanan ndeso, itulah kata - kata yang seringkali kita gunakan dalam istilah sehari - hari. Padahal lewat pengalaman antara saya dan Mr. Montasir, ternyata tempe sanggup meruntuhkan kokohnya dinding sebuah Piramida.
Semoga kita semua bisa lebih mencintai apa yang saat ini sudah menjadi bagian dari kita. Tentunya bukan hanya tempe, tapi budaya, seni, dan semua yang dipunyai Indonesia haruslah kita cintai. Bukan malah sebaliknya melecehkan dan mengecilkan dari apa yang sudah kita miliki.
Ai Lophe Indonesia..!!
Engkel - engkelan dan saling membanggakan tentang apa yang dipunyai negara masing - masing, sepertinya sudah menjadi hal yang biasa antara saya dengan Mr. Montasir.
Berhadapan dengan seorang warga Timur Tengah yang kebanyakan memiliki ego diatas rata-rata dan ditambah dengan gelar dia sebagai sarjana. Tentunya merupakan hal yang sulit untuk mengalahkan dia dalam perang engkel - engkelan di antara kami.
Jujur saya sering mengalami kekalahan saat berdebat dengan dia perihal negara masing - masing. Saat saya bercerita tentang keindahan Borobudur. Dia santai menjawab jika Borobudur memang indah, tapi masih kalah indah dan kuno dari Piramid. Sebuah jawaban yang membuat saya menjadi diam tak berkata, karena saya pikir memang begitu adanya. Belum lagi jika dia mulai membanggakan Terusan Suez, Universitas Al Azhar, penemuan - penemuan bangsa Mesir dan lain sebagainya. Piuh... sungguh membuat saya kehabisan akal harus dilawan dengan apa agar majikan saya bisa kalah.
Apapun bisa kami jadikan bahan buat berdebat. Mulai penyanyi, tokoh nasional, suasana Ramadhan, cuaca, bahkan sampai sayur terong pun bisa jadi bahan engkel - engkelan diantara kami.
Suatu hari kembali terjadi engkel - engkelan dua delegasi bangsa antara saya dan Mr. Montasir. Oh ya. saya google translate dulu ya, biar anda semua paham. Maklum komunikasi kami sehari - hari adalah bahasa Inggris pasaran hehehe.
"Semua yang ada di Mesir pastilah bisa mengimbangi bahkan melebihi yang ada disini", kata dia bangga.
"Tapi ada kok sesuatu disini yang enggak ada di Mesir", sahut saya.
"Apa itu?", tanya dia keheranan.
"TEMPE...!", jawab saya singkat.
"Wah kalau tempe sih sulit dicari bandingannya, habis enak sih", jawab dia malu.
"Eh bisa enggak kamu beritahu saya cara poembuatan tempe?", sahut dia lagi menutupi kekalahannya.
Akhirnya saya tunjukkan sebuah video di Youtube tentang proses pembuatan tempe. Sebuah makanan favorit seorang rival yang baru aja keok dari saya alias majikan saya sendiri hehehe.
Dalam hati saya tersenyum, "Oalah.. Montasir.. Montasir.. ternyata kamu kalahnya sama tempe hehehe"
Dulur Blogger, seringkali sesuatu yang kita anggap sepele, justru hal itulah yang dianggap menarik oleh orang lain. Sebuah tempe seringkali dijadikan bahan olok - olok dalam kehidupan kita sehari - hari. Mental tempe, generasi tempe atau tempe makanan ndeso, itulah kata - kata yang seringkali kita gunakan dalam istilah sehari - hari. Padahal lewat pengalaman antara saya dan Mr. Montasir, ternyata tempe sanggup meruntuhkan kokohnya dinding sebuah Piramida.
Semoga kita semua bisa lebih mencintai apa yang saat ini sudah menjadi bagian dari kita. Tentunya bukan hanya tempe, tapi budaya, seni, dan semua yang dipunyai Indonesia haruslah kita cintai. Bukan malah sebaliknya melecehkan dan mengecilkan dari apa yang sudah kita miliki.
Ai Lophe Indonesia..!!

kalau mslozz ai lophe indonesia
BalasHapussaya ai lope Tempe heheheh jane yo podo wae
tempe kan indo punya...
heheh
Iyo yo mas, nanti kalau Tempe sudah dipatenkan Jepang, terus reog sama batik jadi miliknya wong Malaysia baru deh wong Indonesia kebakaran jenggot he he he .......
BalasHapusHe he... kalahnya ternyata ma tempe yah ^^
BalasHapusmencintai dan mensyukuri apa yang menjadi milik kita adalah hal yang harus dilakukan, karena kadang kita iri akan apa yang dimiliki orang lain hingga tak menyadari apa yang kita miliki :D
hidup tempe..!
BalasHapusPedagang tempe dataaaang...haha...
BalasHapusPengalaman setahun di bisnis tempe, lumayan mendiklat hidup saya. Sayangnya (setahu saya nih), tempe kan emang sudah dipatenkan oleh dua negara, jepang dan amerika, jauh sebelum klaim2 seperti reog dll..
SETUJU.....!!!!
BalasHapus*ayo buruan kirim tempenya kesini mas kopral.. " hehehe,,,
cinta semua yang Indonesia punya, dan siap menjaga juga melestarikannya, itu baru nasionalis sejati ya mas.. :)
Mancaapp!!!
BalasHapusBuangganya diriku bisa merasakan tempe dan anugerahnya walau tak tiap hari!!!
>Masbro : Oh iya mas ? Wah...sayang ya....
BalasHapusKalau batik kan sudah diperjuangkan jadi warisan budaya milik Indonesia kan mas??
Nah saya buat tuh, lagu untuk mempopulerkan batik:
judulnya "Ayo peduli batik"
Sebagai kepedulian saya terhadap seni dan budaya kita Indonesia.Siiip kan ??
> Mas Lozz, numpang wall nya ya, saya pakai ngomong2 ama masbro... he he he ...
betul sob, cintailah semua karya cipta indonesia, bila perlu tempe dipatenkan biar gak di comott etangga sebelah kayak yang sudah2..
BalasHapus:D
secara de facto memang tempe milik indonesia, tetapi secara de jure milik amerika, sebab sudah dipatenkan mereka
BalasHapussaya juga suka tempe...goreng kering bumbu pedas...wuihh...nikmaaat....
BalasHapusSetuju Mas, setiap unsur seni dan budaya bangsa sendiri harus dihargai dan kita patut berbangga menjadi bagian untuk melestarikan.
BalasHapusSALAM hangat dari Kendari.
Maaf baru sempat blogwalking
BalasHapuslagi ada waktu mas
hhe ternyata cekep juga ya orang luarnya hhe
( malah homo aku ya )
mas minta pendapat tentang ini dong
buat inspirasi
http://cahyanugraha.wordpress.com/2011/02/02/green-my-earth/
Tempe memang hebat kok mas, saudara kita juga ada yang sukses bikin pabrik tempe di Jepang lho ...
BalasHapustapi suami ana dulu waktu kuliah di kairo kan dagang tempe, itu ketika cinta bertasbih .. hehehe
BalasHapustuh Dasrun dah ada di home qu ,, mampir yuaaaa ..
TEMPE! TEMPE...
BalasHapusMerdeka Indonesia :)
jadi penjual tempe saja di mesir seperti Azzam di film ketika cinta bertasbih hehehe. enak dan sehat ya makan tempe
BalasHapusHahaha... Turut senang beliau akhirnya kalah jua, hanya dengan senjata tempe...
BalasHapusSemoga nanti beliau mau jadi pengusaha tempe, jadi perekonomian Indonesia akan sedikit meningkat dengan bertambah satinya juragan tempe... :D
Salam sayang dari BURUNG HANTU... Cuit... Cuit... Cuit...
Narnee Mogilla@
BalasHapus:37ai lophe yu aja deh hehe
Ratna Habsari@
makanya bu Ratna kita jangan ampe kita cuma doyan teriak ganyang Malaysia, tapi ternyata malah kita sendiri yang suka mengganyang apa yang sudah dimiliki pleh kita
Inge@
Setujuuuu Mbak cantik :16
Bunda Azka@
BalasHapushidup tahu...!!
Masbro@
yo bener.. eman yo Brot.. aku kawatir suatu saat tape Bondowoso ma Mbako kuning malah diklaim Mesir
Advertiyha@
loh..loh ada ongkos kirimnya toh meski cuma maketin tempe..
Putrie@
BalasHapuswah ternyata masih ada juga ya generasi tempe
Ratna Habsari@
Bu Ratna bisa kasih saya enggak lagunya, keliatannya saya tertarik tu.. liat aja gravatar saya sekarang malah pakai batik hehe
Agung A Kusuma@
keliatannya sudah diklaim mas :13
Joe@
tapi secara de rasa kan sudah identik dengan lidah orang Indonesia mas (mekso.com)
Nit Not@
BalasHapussaya juga suka tempe penyet, apalagi jika dimakan ama nasi panas ngebul - ngebul.. lah kok malah omongin makanan nih hehe
Tusuda@
betul nih Bli... saya kadang trenyuh jika justru budaya kita ndiri dianggap remeh ma orang Indonesia ndiri
Cahyanugraha@
saya juga ganteng loh mas :14 waduh piye iki mas Cahya, kok malah nanya saya.. tulisan Mas Cahya bagus kok. saya loh enggak bisa bikin yang seperti itu
Ratansolmj9@
berarti tinggal kita bikin restoran tempe penyet disana yo Kang
Fitr4y@@
BalasHapusbentar Uni... saya mau habisin dulu tempenya
Sudhai Ajlani@
merdeka atau tempe...
Lidya@
kalau begitu saya jualan tasbih aja deh di Mesir..
biar kayak film ketika cinta bertempe :21
Denuzz Burung Hantu@
wah jangan Denuzz.. kan nanti malah jadi Tempe Kairo hayooo
kembalilah ke mesir membawa tempe
BalasHapusbarangkali demonstran bisa lebih santun
atau hosni mobarak mau mundur terhormat
salam sukses...
sedj
@Mbak Ratna Habsari : Share lagunya dong Mbak..
BalasHapusSaya ralat komentar di atas menjadi seperti ini
BalasHapus@Ibu Ratna Habsari : Share lagunya dong Bu..
:23 HIDUP TEMPE !!!!!!!!!! :37
BalasHapus:23 HIDUP TEMPE !!!!!!!!!! :37
BalasHapusSedjatee@
BalasHapushahaha bisa ja sampean Kang
Masbro@
@Ibu Ratna Habsari : Share lagunya dong Bu..
Hudaesce@
Hiduuuppppp :25
Kok bisa ya...dia suka tempe :D
BalasHapusHIDUP TEMPE...
Gw ndak suka piramid, ndak bs dimakan.
Bismillah... :D
BalasHapusDiplomasi tempe... keren!
Tempe deh... :p
love tempe... :D '
BalasHapusdiplomasi tempe yang menari mas...
Skydrugz@
BalasHapusmakan aja tuh batu Piramid :21
Zulham@
lah saya berarti Jenderal tempe donk
Sibair@
kan enak dunia kalau perang enggak pake peluru, tapi pake tempe :34
wow tempe,,ga bisa disamakan dengan apapun,,we luph indonesia,,hehe
BalasHapusSetuju Bro,...ibarat peribahasa "Ketika ada tidak dimakan, ketika tak ada baru dimakan",...hehe betul kagak tuh....
BalasHapusTempe itu apa ya?
BalasHapusApa bisa kirim sampelnya biar saya tau?
Tempe,, meruntuhkan Piramid,, Keajaiban dunia tak terhingga :)
BalasHapussetuju buanggeeeeet....
BalasHapusayo kita hargai karya negeri kita...
banggalah menjadi warga negara kesatuan republik indonesia :D
lebih suka tahu daripada tempe....
BalasHapusgag tau kenapa ....
hehehehhehehhe
Maaf boss baru bisa berkunjung soalnya saya sedang sakit dalam taraf penyembuhan
BalasHapustempe memang hebat... :10 aku suka tempe, apalagi kalau dijadikan kripik...hmmm yummy
BalasHapusIni ceitanya tentang tempe to! Kayake tiap hari makan tuh makanan, bangga juga ya Indonesia punya tempe
BalasHapusKarena tempe di Indonesia itu biasa banget ya. Jadi luar biasa buat si Mr Montasir. Pantas aja Jepang import tempe. Eh si Mr Montasir ga mau ikutan usaha impor tempe?
BalasHapusAhmadz@
BalasHapusI lophe Indonesia too :35
Teguhsasmitosdp@
seperti lagunya bang rhoma kali mas.. "kalau sudah tiada baru tersa, bahwa kehadirannya sungguh berharga" hehe
Marsudiyanto@
tempe itu sejenis HTML pak Mars hahaha
Ysalma@
BalasHapus:22kapan ya rempeyek bisa meruntuhkan Gedung putih
Ade@
loh Mas Ade ini WNI juga ya, kirain warga negara belanda hahaha
Uny@
naya aja ma dasrun Uni.. pasti dia tahu
Daun@
BalasHapuswaduh perlu perbanyak makan tempe tuh brade.. semoga cepat sembuh ya.. :12
Aisyana@
pasti mas yayank juga doyan tempe ya Mbak hehe
Mas Tony@
bukan mas..ini tentang dasrun.. piye sih mas Tony iki..
Sya@
yah jika tempe masuk mesir dan dimakan Husni Mubarak.. mungkin dia mau mundur ya
Salam Kenal !! he he he akhirnya kalah sama tempe majikan nya untung si majikan ga bilang martabak mesir lebih enak dr tempe atau Basbousa he he he
BalasHapus>Mas Lozz dan Masbro,jawaban saya ada di blog saya.
BalasHapusHuMz....i like it
BalasHapusHa ha hah
BalasHapusSaya juga kaya gitu lho...kalau lagu santai atau acara makan bareng...kalau kalah bos selalu bilang " ya, kan saya bule " apa hubungannya...ledek Hani, heheheh
Bebek berkunjung Mas...
BalasHapusGila, keren abis artikel ini...
Gimana kalo kita buat tempe bentuk piramid aja?
jadinya bisa menjembatani antara Mesir dan Indonesia...
hehehe...
Judulnya bukan lagi Tempe vs Piramid tapi Tempe+piramid...
(Maaph, bebek mulai nyeleneh) :p
Lintas berita@
BalasHapusyo aku lawan aja ma soto Madura biar kepedesen hehe.. salam kenal balik dulur... :12
Ratna Habsari@
saya sudah mampir Bu.. dan kasih sesuatu buat anda disana
Mr Peken@
BalasHapuskalau enggak like berarti bukan WNI donk Mr. Peken, tapi warga negara PNG :17
Hani@
lah saya ini bule uga loh Mbak Han.. bule kampung tapi
Bebek@
piye si Roni tambah nakal ya... usul yang bagus trus dikasih nama tempe tjap Kairo
Iya mas, kita msih kalah banyak dengan mesir.
BalasHapusConohnya yang terjqdi ekarang disana. Reformasi korbany sudah lebih dari 400 orang, kita kalah. Presiden nya korup sampe mempunyai harta yang tak terhingga, kita masih kalah :D. Saat reformasi semua elemen massa nya bergerak karena merasa tidak di perlakukan adil, kita masih kalah (karena hanya sebagian yang bergerak karena yang sudah mapan tidak mau ikut turun kejalan). Tapi herannya koq mr Motasir koq doyan tempe yo ?? paling seneng nya tempe penyet yo :D
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Setuju Mas, bagaimana mungkin orang lain/ bangsa lain akan menghargai kita, jika kita tidak berusaha menghargai diri sendiri dan budaya bangsa sendiri. Makasih Mas atas apresiasinya. Salam kenal Ya :)
BalasHapusSugeng@
BalasHapustapi aku enggak kalah ganteng lkoh Cak ma orang mesir, buktine liat foto diatas hahahahaha
Belajar dan berbagi Informasi@
yupz cintailah produk - produk Indonesia (Maspion.com)
Salam kenal balik :12
Wah... ternyata majikanya orang mesir ya.. tp salut mas, dulu saya punya majikan tp malah sering kucing-kucingan, apa saja selalu diawasi, diremote, dll. kerja jadi was-was terus.. hahahaha. but, saya sepakat satu kata sama majikan mesir itu, TEMPE emang enak. :D
BalasHapusAlwathaniyah@
BalasHapusberarti anda masih ada keturunan Mesir ya haha
gak hanya tempe Om, pecel kayanya juga ga ada di Mesir deh! tanyain ke Mr. Montasir donk!
BalasHapusiya dong, kita harus bangga dengan apa yg kita punya di negeri ini ya Akbar :)
BalasHapussalam
kalau dirumah , tahu dan tempe , itu wajib ada ,Akbar.
BalasHapusselain memang enak, murah meriah juga bermanfaat krn kaya akan berbagai macam vitamin dan juga protein
salam
Bundamahes@
BalasHapusMesir apa Probolinggo tuh...?? (kata Mr. Montaser)
Gayahidup@
yupz stujuuuuuu
Bundadontworry@
ehm.. jadi pingin makan di rumah Bunda Lily nih... :22