Postingan

Pengumuman Pemenang Lomba Review Novel Sang Patriot

Gambar
A lhamdulillah, puji syukur ke hadirat Illahi. Akhirnya usai sudah penjurian lomba review novel Sang Patriot. Saya, Masbro Hakim dan Zuhanna Apikecil mewakili mbak Irma Devita beserta keluarga besar Moech. Sroedji menghaturkan ribuan terima kasih kepada semua kontestan yang berpartisipasi di gelaran ini. Matur nuwun pula untuk Anda semua, para sedulur blogger di Blogcamp, KEB dan Warung Blogger. Juga para Facebooker yang dengan jempol-jempol manisnya membuat gelaran ini semakin berwarna. Sebanyak 59 peserta telah berpartisipasi di gelaran ini. Tulisan-tulisan jujur yang tentu saja saran beserta kritiknya menjadi masukan bagi mbak Irma sebagai penulis novelnya. "Giveaway untuk kebahagiaan", sepakat dengan yang dikatakan Masbro dalam tulisannya kemarin. Jika kontes atau giveaway bukan soal kalah atau menang. Bagi saya menang atau tidak menang yang penting hati senang. Pun demikian gelaran kontes review ini, sejatinya bukanlah ajang untuk mencari seorang jawara, tapi untuk ...

Pengumuman Pemenang 30 Novel Sang Patriot

Gambar
S ang Patriot ada di mana-mana. Itulah kesimpulan ketika membaca 56 tulisan dari peserta "Syukuran di Bulan Maret". Ya patriot itu ternyata ada di sekitar kita. Pada orang tua, sahabat, kekasih, bahkan pada diri kita sendiri, jiwa patriotik itu ada. Bangsa kita adalah bangsa yang besar. Negerinya para kaum pemberani. Tanahnya para patriot macam Sroedji, yang memiliki keteguhan untuk mengabdi pada negeri dengan segenap apa pun yang dia miliki. Mungkin sebab itulah yang menjadi alasan mbak Irma Devita untuk menerbitkan novel ini. Mengabadikan sebuah epos kepahlawanan Mochammad Sroedji, salah satu patriot bangsa sekaligus kakeknya sendiri. Sebagai salah satu bentuk rasa syukur sekaligus pengharagaan atas perjuangan para patriot pendahulu kita. Untuk menyegarkan ingatan kita semua jika perjuangan Sroedji dan para patriot lainnya tak hanya terhenti hingga di sini. Ya, selama tiupan nafas negeri bernama Indonesia masih ada, selama itu pula Sroedji dan patriot-patriot muda akan...

Sang Patriot Itu Adalah Kita

Gambar
D ua hari yang lalu saya menonton sebuah film kolosal berjudul "Sang Kiai". Film ini berkisah tentang perjuangan sang patriot bernama KH. Hasyim Asyari. Ulama karismatik sekaligus pendiri ormas Islam, Nahdatul Ulama. Mengikuti kisah perjuangan beliau dan santri-santrinya pada masa pendudukan Jepang. Tentang keteguhan untuk menolak tradisi "saikerei" yang membuat beliau dijebloskan penjara oleh tentara Nippon. Juga cerita tentang Bung Tomo yang melakukan sowan berkaitan dengan resolusi untuk berjihad melawan penjajah yang ingin kembali menduduki Surabaya. Sebab penasaran, esok hari ganti saya menonton film "Soerabaia 45". Menghubungkan penggalan kisah Bung Tomo di film "Sang Kiai" dengan kisah heroik di film tersebut. Tidak puas sampai di situ, saya pun mencoba menggali lebih jauh akan perang Surabaya. Mulai dari aksi patriotik di Hotel Yamato, peristiwa terbunuhnya jenderal Mallaby, hingga rekaman pidato Bung Tomo yang di hari itu terus d...

Bencana itu Mungkin Karena Salah Saya

Gambar
dokumentasi M. Mockhlisin B anjir merendam ibukota. Sinabung masih belum sembuh dari demam. Tiba-tiba semalam, Kelud pun ikut tertular dengan melontarkan batuk dahaknya. Dikabarkan beberapa gunung api bersiap pula menyalakan sumbunya. Itulah kondisi yang terjadi di negeri kita. Bencana menjadi pertanda jika bumi ini sedang sakit dan butuh penawar berupa kasih sayang  kita. Indonesia, bumi yang subur serta menyimpan timbunan harta karun yang tak terkira. Negeri dengan bentang alam berupa pahatan-pahatan Illahi yang begitu menawan. Namun di satu sisi negeri ini bukanlah tempat yang aman. Ada ujian berupa bencana alam yang seringkali Tuhan berikan. Yah, bencana seakan mesra bersahabat dengan Indonesia.  Tiga lempeng utama dunia membuat kita seringkali dihadiahi gempa tektonik dan juga tsunami. Aktifitas vukanis pun terus melakukan geliatnya di perut bumi kita, sebab nusantara disebut pula Ring of Fire dengan ornamen puluhan gunung apinya. Belum lagi bencana yang terjad...